Banjir Bandang Lahat Tewaskan Pelajar SD, Ditemukan 90 Kilometer dari Titik Lokasi Kejadian

Korban banjir bandang Lahat, Giga [11] seorang pelajar SD berhasil ditemukan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan dalam keadaan tak bernyawa lagi.
Korban banjir bandang Lahat, Giga [11] seorang pelajar SD berhasil ditemukan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan dalam keadaan tak bernyawa lagi.

WIDEAZONE.com, LAHAT | Luapan sungai Lematang hingga banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan pada Kamis [9/3/2023] pagi telah menghanyutkan sejumlah rumah, sawah rusak, terputusnya akses jalan lintas, hingga menelan satu korban jiwa. 

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Ansori, mengatakan banjir bandang tersebut mulai terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Daerah terdampak sementara Desa Lubuk Sedang, Banu Ayu, Gunung Kembang, Partikal Baru, Nanti Giri, dan Keban Agung.

banner 468x60

“Total sementara ada 181 Kepala Keluarga yang rumahnya terendam banjir bandang ini,” ungkapnya.
Selain itu, banjir bandang ini juga mengakibatkan putusnya akses ke Kota Pagar Alam. Seperti akses jembatan Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang .

Lalu, akses jalan menuju Lahat-Pagar Alam di Desa Tinggi, Desa Keban Agung, Karang Dalam-Tanjung Sirih Kabupaten Lahat. “Pohon tumbang dan pohon tumbang beberapa bangunan rumah warga dan area sawah milik warga sekitar dari aliran Sungai Lematang ikit terendam,” tuturnya

Sementara itu, untuk korban jiwa ada 1 orang yang hanyut. “Ada satu korban jiwa laki-laki umur 11 tahun yang meninggal dibawah arus sungai dan saat ini sudah ditemukan di Muara Enim,” tutupnya.
Sementara, Sekretaris BPBD Provinsi Sumsel, M Iqbal Alisyahbana, pada Kamis [9/3/2023], mengungkapkan banjir bandang ini diakibatkan oleh hujan deras yang melanda Kabupaten Lahat dan sekitarnya sejak kemarin. 

“Hal itu menyebabkan Sungai Lematang meluap dan merendam pemukiman warga di sekitarnya,” ujarnya. 

Diketahui, korban meninggal adalah Giga [11] pelajar SD Tenggelam saat Berenang di Bendungan pada Rabu, [08/03].

Korban pun berhasil ditemukan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan dalam keadaan tak bernyawa lagi. 
“Alhamdulillah korban ketemu,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan [Basarnas] Palembang Hery Marantika SH MSi. 

Hari Ini [9/3], merupakan hari Kedua pencarian terhadap Korban. Pencarian kita mulai pagi ini bersama-sama dengan potensi SAR yang ada di lokasi. Pencarian kita fokuskan dengan penyisiran permukaan perairan sungai.

Kita bersyukur, Korban berhasil ditemukan tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri serta masyarakat, sekitar pukul 12.00 WIB. 

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sejauh 90 kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak Keluarga untuk dilakukan proses pemakaman,” jelasnya. [red tim]