Bahaya Virus India B1617 di Palembang: Hancurkan Antibodi dan Mutasi Ganda

- Jurnalis

Selasa, 11 Mei 2021 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahaya Virus India B1617 di Palembang: Hancurkan Antibodi dan Mutasi Ganda

Bahaya Virus India B1617 di Palembang: Hancurkan Antibodi dan Mutasi Ganda

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Belum diketahui secara jelas dari mana asal Virus B1617 asal India di Palembang, namun dipastikan oleh pihak RSUP Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) bahwa ada 4 kasus.

Wakil Ketua PIE RSUP Mohammad Hosien, dr Harun Hudari SpPD membenarkan bahwa varian baru B1617 tersebut sudah ada di Sumsel sejak Januari 2021.

“Varian baru itu sudah ada di Sumsel sejak Januari 2021, tapi karena pemeriksaan untuk memastikan bahwa itu benar varian B1617 itu panjang, maka baru diumumkan oleh kementerian kesehatan pada 8 Mei 2021,” ujarnya saat lansir media Sripoku
Bahkan 4 sampel yang dinyatakan positif B1617 tersebut kemungkinan hanya beberapa kasus dari varian tersebut yang ditemukan.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Di antara gejala yang muncul dan menjadi ciri khas yang tertular virus varian baru COVID-19 yakni B 1617, paling dominan sakit tenggorokan, merasa kelelahan dan letih padahal tidak beraktivitas ekstrim seperti olahraga keras dan lainnya. Maka itu, dipastikan orang yang akhirnya positif sebelumnya mengalami tanda kelelahan dan lemah. Nyeri di bagian tubuh, demam menggigil, mual dan muntah, pusing pusing, tidak ada air liur dan kehilangan Indra penciuman,” terangnya.

Baca Juga:  Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM mengajak masyarakat sumsel untuk meningkatkan Prokes dengan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, memakai masker, menghindari mobilitas dan menghindari kerumunan.

“Apalagi Palembang masih Zona Merah,” tukasnya. (Abror Vandozer/rel)

Berita Terkait

Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Kabut Asap Karhutla “Meradang” di Palembang, Aktivis Rawang Bilang Pemerintah Gagal dalam Tata Kelola

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Berita Terbaru