“Atlet PON Minta Sumbangan” KONI Sumsel Lakukan Tindakan Tegas

- Jurnalis

Minggu, 15 Agustus 2021 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Atlet dan Pelatih Sumsel minta sumbangan untuk PON XX Papua

Aksi Atlet dan Pelatih Sumsel minta sumbangan untuk PON XX Papua

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Aksi minta sumbangan yang dilakukan oleh oknum Pelatih dan Atlet Sumatera Selatan untuk keberangkatan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua disesalkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel.

Penggalangan tersebut dilakukan di perempatan DPRD Sumsel dengan dalih untuk pembelian peralatan pertandingan jelang PON XX Papua pada Oktober 2021 mendatang.

“Aksi minta sumbangan di jalan itu punya tendensi politik, sengaja mendiskreditkan seseorang dan menjatuhkan nama daerah,” jelas Ketua Umum KONI Sumsel H Hendri Zainuddin didampingi Ketua Pelatda Terpusat Sumsel Ir Suparman Romans dalam rapat koordinasi KONI Sumsel dan Panitia Pelatda, di Aula Wisma Atlet, JSC Palembang, Jumat (13/8/2021).

Dalam rapat tersebut, suara peserta rapat bulat mendesak pelatih yang dinilai memprovokasi atlet untuk dipecat, karena telah sengaja bertujuan menginjak harga diri lembaga KONI Sumsel dan Provinsi Sumsel. Apalagi, KONI Sumsel sudah melakukan berbagai perjuangan dan telah sepakat solusi yang diambil. “Kemarin mereka minta pembayaran uang pembinaan, dan hari ini sudah direalisasikan,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, pihaknya mendapat informasi ada oknum atlet, pelatih, demo di jalanan, yang baru kali ini terjadi sejarah di Indonesia, seorang patriot olahraga tidak menunjukkan dirinya seorang patriot.  “Kenapa saya bilang begitu, apa sih yang mau didemokan? kenapa sih mau digalangkan? Semua sudah dijadwalkan dana pembinaan atlet sudah dibayarkan, dana dia selama pelatda (sudah) dibayar. Makan minum pelatda ditanggung. Sekarang tuntutannya cuma satu, alat pertandingan waktu PON,” jelasnya.

Baca Juga:  Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Pertandingan PON sendiri, terang Hendri, baru digelar pada Oktober mendatang. Saat ini lagi proses pengadaan alat pertandingan tersebut. Ia justru mempertanyakan, mengapa itu yang diributkan. “Jalur apa yang tidak bisa dikomunikasikan, semua jalur sudah dibuka,” kata Hendri.

Tapi ya itu tadi, memaksakan kehendak supaya kita malu. Ya silakan kita malu bersama. “Bagi kami pengurus KONI, kami sudah maksimal. Semua sudah terpenuhi hak pelatih dan atlet,” tegasnya.

Dia mengakui masih ada yang yang belum terpenuhi dan itu juga hanya satu lagi, yakni peralatan pertandingan, yang penggunaannya peralatan tersebut masih lama. Pada 2 Oktober kita mulai bertanding. Sekarang proses pengadaan. Kenapa itu yang dijadikan alasan untuk demo. “Tolonglah, provokator, jangan sampai merusak citra kita Sumsel. Kecuali kalian, misalnya duit pembinaan tidak ada, duit pelatda tidak ada, ini kan clear semua,” tuturnya.

Baca Juga:  Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran

Perlu diingat, kata Hendri, bahwa negara ini punya mekanisme pencairan dana, kecuali kalau duitnya ada yang ditahan oleh KONI Sumsel, boleh mereka demo. Semalam pihaknya berkomunikasi, hanya saja memang memaksa.

Sementara itu Ketua Pelatda Terpusat Ir Suparman Romans menambahkan, telah menggelar rapat koordinasi dengan Pengurus Cabor (Pengprov) Cabor terkait hal yang diinginkan cabor. “dan semua sudah menemui titik temu, apa yang ditawarkan,” tegasnya.

Suparman juga menyasalkan aksi minta sumbangan itu, karen tim Pelatda dan Pengurus KONI sudah melakukan berbagai upaya maksimal. Bahkan tim Pelatda Terpusat bekerja 24 jam.

Bahkan, anggaran yang ada di KONI banyak diprioritaskan untuk atlet dalam pembinaan dan prestasi, “dan perlu diketahui, pengurus KONI Sumsel sudah berjuang maksimal. Dan tidak sedikitpun KONI Sumsel mengambil hak-hak atlet,” pungkasnya. 

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oknum atlet telah melanggar kode etik, dengan tanpa koordinasi turun meminta-minta di jalan. “Kami akan melakukan tindakan tegas dalam satu dua hari terhadap pelatih yang ada,” pungkasnya.

Berita Terkait

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎
70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:03 WIB

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

Selasa, 1 September 2026 - 16:49 WIB

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Selasa, 1 September 2026 - 08:21 WIB

Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Berita Terbaru

Ilustrasi WI-OK

Headlines

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:49 WIB