Aksi “Political Introduction” Calon Politik Jelang Kontestasi 2024

- Jurnalis

Senin, 27 September 2021 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Aksi Political Introduction para Calon Politik Jelang Kontestasi Demokrasi 2024 [WI]

Ilustrasi Aksi Political Introduction para Calon Politik Jelang Kontestasi Demokrasi 2024 [WI]

Calon Politik Harus Punya Investasi Sosial yang Besar

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Aksi political introduction [Perkenalan Politik] seorang figur sudah mulai timbul di permukaan publik baik di kota, kabupaten maupun Provinsi Sumatera Selatan

Tentunya mengundang banyak tanda tanya, pandangan khalayak publik untuk mengetahui siapa siapa tokoh the next time become leader? lantaran ajang pemilihan kepala daerah, legislatif masih terbilang lama.

Setiap detik, menit, hari dan bulan, politik terus mengalami perubahan, sehingga memberikan nuansa peluang bagi tokoh tokoh poltik atau calon baru dan lama baik di tingkat Pileg dan Pilgub untuk tampil pada kontestasi Pemilu 2024.

Hal itu disampaikan Pengamat Sosial dan Politik Sumatera Selatan, Bagindo Togar dalam analisa jelang kontestasi politik 2024, Senin [27/9].

Dikatakan Bagindo, manuver manuver tokoh politik mulai bermunculan baik secara partai politik [Parpol] maupun jalur independen. “Bahkan sistem yang bakal dibangun oleh Parpol merupakan jalur seleksi setiap figur untuk membuka peluang para kadernya mendulang suara sebanyak banyaknya dalam pencapaian jumlah kursi di DPRD tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi hingga menuju DPR RI,” ucapnya.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Makanya, menurut  Bagindo, munculkanlah kader berkualitas, mempunyai investasi sosial yang besar di tengah masyarakat. Jangan pernah berasumsi penyelenggara itu masih bisa diajak konspirasi!! saatnya mindset itu ditinggalkan.

Selama ini, tutur Bagindo ada sebagian kelompok berfikir “pemangku kepentingan harus dikuasai”, seperti penyelenggara pemilu [PPS-PPK-KPU] kabupaten/kota dan provinsi dengan tujuan mendapatkan kursi dan suara terbanyak!

“Parpol yang pragmatis seperti itu berbahaya bagi Demokrasi kita. Makanya dipikirkan dulu,” katanya dengan suara lantang.

Sistem Politik Masih Terdapat Ruang!

Siapa yang punya nilai ketokohan besar di tengah masyarakat? Bagindo menyebut tentu investasi sosialnya tinggi. Itu yang harus di munculkan.

Baca Juga:  PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

“Jangan karena hanya mengandalkann kedekatan dengan elit parpol punya unsur logistik dan finansialnya tinggi, tapi tingkat kualitas kadernya tidak mumpuni. Itu harus dihindarkan,” tegasnya.

Sistem politik dalam Pemilu masih memberi ruang, meski terkadang masih terdapat pol pola lama yang dimainkan, seharusnya kata Bagindo jurus jurus itu sudah demisioner dan lakukanlah evaluasi.

“Dengan merubah sistem pemilu mulai dari rekruitmen calon [Legsilatif-Eksekutif] yang telah dimutakhirkan. Tujuan akhirnya mendapatkan calon yang berkualitas, bermoral dan punya gagasan brilian,” ungkapnya.

Para tokoh politik harus mempunyai gagasan dan konsep untuk dapat diketahui publik melalui jejaring sosial, karya tulisan buku hingga leadership-nya.

“Hal itu dilakukan untuk memberi impact secara menyeluruh baik di internal maupun eksternal,” pungkasnya.

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terbaru

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB