Persoalan Bahasa, TKA dan Warga Lokal Terlibat Baku Hantam

- Jurnalis

Jumat, 4 Oktober 2019 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Perkelahian Warga Asing vs Warga Lokal

Ilustrasi Perkelahian Warga Asing vs Warga Lokal

WIDEAZOME.COM, MUARAENIM– Persoalan bahasa dan tata cara hidup yang tak dimengerti kerap menimbulkan ketersinggungan yang berujung baku hantam (perkelahian).

Pertikaian yang seharusnya tak terjadi itu muncul antara pekerja asing asal China dengan pekerja lokal di Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel.

Konflik yang terjadi terhadap delapan orang pekerja itu bermula dari ucapan (bahasa) yang tidak dimengerti pekerja lokal. Karena kata-kata dalam bahasa China itu dinilai kasar, akhirnya membuat pekerja lokal tersinggung.

Pertikaian itu terjadi di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung. Ke pada awak media, terjadinya perkelahian itu dibenarkan Manager Umum Giana dan Manager SR PT Huardian Bukit Asam Power (HBHP), Zheng Guozhion, Selasa (1/10/2019).

Menurut Giana, perkelahian antara kedua pihak itu terjadi akibat kesalahpahaman. Selama tergabungnya pekerja lokal (dari Muaraenim) dan TKA asal China, terjadi ketidaksepahaman bahasa.

Baca Juga:  Pembunuhan Sadis Perempuan di Muara Enim Dipicu Hal Sepele

“Telah kita koordinasikan di antara keduanya. Jadi tak ada lagi perdebatan. Terutama untuk hari-hari berikutnya,” ujar Giana didampingi Zheng Gioxion.

Giana mengatakan, terjadi peristiwa itu, karena pekerja China meminta agar pekerja lokal mengambilkan barang peralatan kerja.

Namun karena barang yang diambil itu bukan yang dimaksud pekerja China, maka terjadi konflik bahasa. Pekerja lokal merasa seakan dilecehkan dalam persoalan itu.

“Sementara TKA tidak mampu berbahasa Indonesia, maka di sinilah konflik terjadi,” katanya.

Melihat perkelahian itu, ada beberapa TKA yang berniat melerai, tapi disangka hendak mengeroyok, akhirnya terjadi baku hantam antara TKA dan pekerja lokal.

"Akibat perkelahian itu, beberapa TKA menderita luka ringan dan kita larikan ke Rumah Sakit Bukit Asam (RSBA) Tanjungenim," jelasnya.

Menanggapi perkelahian itu, staf ahli Kapolri Nur Kholis SH MA, mengatakan dalam melaksanakan pekerjaan yang melibatkan kedua pekerja, harusnya didampingi seorang penerrjemah bahasa.

Baca Juga:  Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan

“Kita maklum, karena kedua pihak tumbuh dari dua wilayah yang berbeda. Wajar apabila dalam kontak bahasa terjadi kesalahpahaman,” ujar Nur Kholis saat dikonfirmasi Wideazone.com, Jumat (4/10/2019).

Menurut Nur Kholis, hal-hal kecil akan menjadi besar apabila ada provokator yang memanfaatkan suasana. Karena itu Nur Kholis meminta agar dalam melaksanakan tugas kerja ada pendamping yang bertugas sebagai penerjemah bahasa.

Apalagi saat ini terdapat pihak tertentu yang selalu memanas-manasi keadaan terkait pekerja China.

Karena itu Nur Kholis meminta agar warga Muaraenim (Tanjungenim) tidak terprovokasi adanya perkelahian biasa.

‘Kita harus mampu menjadi warga negara yang bisa menciptakan kejernihan suasana,” ujar Nur Kholis melalui telepon selulernya.

 

Laporan : Agus Putra Luntar

Editor     : Anto Narasoma

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Berita Terbaru