JALAN RUSAK HANCURKAN HARGA KARET (?)

- Jurnalis

Kamis, 13 Juni 2019 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Harga karet, idealnya harus berada di atas Rp 19 ribu, perkilogram.

Dengan harga saat ini, para petani karet sudah mulai tertolong dari kesulitan hidup.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Sumatera Selatan (Gapkindo Sumsel), Alex Kurniawan Edy, mengatakan gembira atas adanya perbaikan harga ke posisi yang positif.

“Selama lebih dari 10 tahun petani karet berada dalam kondisi sulit. Sebab harga jual karetnya jatuh paling mendasar. Tak heran apabila ada petani yang berhenti mengoperasikan kebun karetnya,” ujar Alex ke pada Wideazone.com, Kamis (13/6/2019).

Dalam keadaan harga karet yang jatuh terpuruk, berbagai kendala dihadapi petani. Namun Alex selalu memberikan support agar mereka tetap bertahan pada posisinya.

Baca Juga:  Tunjangan Pegawai Tirta Musi "Tersandera" Ratu Dewa Buka Suara

Dengan cara kekeluargaan, Alex kerap kali memberikan pandangan positif terkait masa depan harga karet.

“Bahkan saya selalu menyarankan agar petani dapat memanfaatkan keuangannya sesuai dengan keadaan yang sulit,” katanya.

Artinya, para petani tidak berfoya-foya dengan keuangan yang ada. Sebab selama ini, ketika harga karet berada pada posisi terbaik, mereka selalu membeli hal-hal yang tidak produktif. Akibatnya, ketika harga jatuh, petani benar-benar terpuruk.

Menurut Alex, banyak hal yang membuat petani karet terpuruk. Pertama harga yang diterapkan tidak signifikan. Dengan harga rendah, para petani akan menderita.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Kedua, sarana transportasi di daerah mereka itu rusak parah. Bahkan ketika musim hujan, keadaannya seperti kubangan kerbau. “Dengan keadaan seperti itu, bagaimana mereka bisa berbuat maksimal,” katanya.

Karena itu Alex berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) dapat memperbaiki jalan provinsi. Karena sepanjang puluhan kilometer, jalan provinsi di berbagai daerah, banyak yang rusak parah.

Dengan kondisi seperti itu, para petani harus rela menjualnya ke para tengkulak. Padahal harga yang ditawarkan ke petani sangat murah. “Ini yang dikeluhkan petani,” katanya. (abror vandozer)

Berita Terkait

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎
BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Perumda Pasar Palembang Jaya Gandeng PTBA Benahi Pasar Tradisional ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10 WIB

BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB