Becak, Nostalgia yang Indah

- Jurnalis

Kamis, 28 Maret 2019 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi.net

Gambar Ilustrasi.net

ALAT transportasi klasik yang mulai hilang saat ini adalah becak. Kendaraan roda tiga ini sangat akrab dengan masyarakat segala lapisan. Pada dekade 1950-1980-an, becak masih sangat ramai digunakan masyarakat.

Namun saat ini, masyarakat pemilik becak di Kota Palembang sudah mulai kreatif. Becak sudah dimodifikasi dengan unsur mesin.

Awalnya, masyarakat menggunakan mesin pompa air untuk tenaga becak. Akhirnya, masyarakat justru meanfaatkan motor sebagai tenaga penggerak kendaraan roda tiga tersebut.

Becak konvensional berjaya hingga tahun 1990-an. Sejak selepas itu, pemilik bengkel becak mulai meninggalkan kendaraan tradisional dari aktivitasnya sehari-hari. Mengapa begitu?

Karena perkembangan teknologi dan reaksi sosial yang sudah meningalkan ketradisionalan hidup, maka becak mulai tertinggal di belakang. Padahal sebelumnya becak merupakan angkutan favorit yang dimanfaatkan siapa saja.

Dulu, di tiap jalan kampung, ada pengkolan becak. Bahkan ada pengemudi becak yang sengaja keluyuran untuk mencari penumoang.

Sekarang keadaan itu sudah jarang terlihat. Bahkan kalau ada, hanya orang-orang tua saja yang mencoba mengais becak. Bahkan sama dengan pengemudinya, becak yang dijalankan itu sudah reyot dan tak terlihat lagi pernak-pernik pada hiasan becak tersebut.

Becak adalah kendaraan tradisional yang menggunakan tenaga manusia. Untuk kegiatan sehar-hari, becak dimanfaatkan untuk memgantar penumpang atau digunakan sebagai pengangkut barang dagangan ke pasar atau ke tempat-tempat perniagaan.

Sedangkan jumlahnya sangat signifikan. Di jalan mana pun, kita dapat melihat becak berkeliaran mencari penumpang. Bahkan di gang-gang perkampungan, rak sedikit abang becak yang memarkir dan mengangkut penumpang.

Pemerhati kendaraan tradisional, Kgs Muhammad Tohir, mengatakan ongkos yang dipatok cukup terjangkau. Bahkan dibanding ongkos truk dan oplet, nilainya memamg merakyat.

“Apabila hendak pergi ke wilayah mana pun, becak menjadi tumpangan pilihan masyarakat. Sebab selain tak susah menemukan kendaraan ini, pejabat numpang yang naik becak selalu merasa nyaman, ” ujar Muhammad Tohir.

Bahkan, katanya, para turis atau pelancong dari luar negeri justru memilih becak untuk menikmati kunjungan mereka ke Palembang.

Orang-orang Eropa, Amerika dan Australia, justru lebih melilih becak dibanding mobil wisata atau angkutan kota (angkot).

Yang paling memikat para pelancong untuk manfaatkan becak karena kendaraan roda tiga ini bebas polusi, nyaman dan dapat mengantar para turis untuk melihat-lihat panorama kota.

Bahkan untuk memikat perhatian penumpang, becak-becak diaksesoris dengan berbagai lukisan di dinding belakang sandaran penumpang.

Sedangkan kap yang ada di atas roda becak itu ditulis dengan berbagai kalimat cantik. Misalnya, Sinar Baru, Sinar Masa, Jaya Berantai, atau banyak lagi kalimat yang memikat untuk dibaca. Bahkan becak-becak itu dicat dengan warna-warni yang memikat.

Namun seiring dengan perkembangan moda trasportasi di Sumateta Selatan (Kota Palembang), lama-kelamaan becak mulai ditinggalkan masyarakat.

“Apalagi banyak warga yang sudah memiliki motor atau mobil pribadi, becak justru sudah jauh terringgal di belakang. Kita sudah sangat sulit menemukan becak seperti dulu, ” kata Tohir.

Kalau dulu, becak ditangani masyarakat keturunan. Mereka membuat bengkel yang berisi sejumlah becak. Para pengemudi becak menyewa dengan pemilik bengkel.

“Pengemudinya orang-orang yang berusia muda. Ketimbang tak ada pekerjaan, mereka memilih hidup sebagai penarik becak, ” urainya.

Masa-masa itu sudah berlalu. Justru satu satu becak sudah rusak dan hancur. Karena situasi sudah berbeda, maka bercak hanya menjadi kenangan indah yang selalu diingat. (anto narasoma)

Berita Terkait

Jamaah Al Halim Doakan H Alim dan Keluarga Diberi Ketabahan: Ada Hikmah Besar
Anniversary 3 Tahun Hedon Executive Club, Berikan Sensasi Bajak Laut bagi Pengunjung
Uchin: Musik Adalah Bahasa Universal
Langkah Kongkret Ketua Terpilih KKPP Palembang
SATUPENA Umumkan Nama-nama Penerima Penghargaan Penulis 2024: Lifetime Achievement Award hingga Dermakata Award
Fariz RM Berbagi Pengetahuan Aransemen Musik dengan Pelajar SMA-SMK se-Sumsel
Festival Jazz Suara Musi 2024 Guncang Palembang
SBS-Adinata Project Gelar Musik dan Lagu Nostalgia

Berita Terkait

Selasa, 11 Maret 2025 - 16:21 WIB

Jamaah Al Halim Doakan H Alim dan Keluarga Diberi Ketabahan: Ada Hikmah Besar

Senin, 17 Februari 2025 - 18:29 WIB

Anniversary 3 Tahun Hedon Executive Club, Berikan Sensasi Bajak Laut bagi Pengunjung

Jumat, 10 Januari 2025 - 13:50 WIB

Uchin: Musik Adalah Bahasa Universal

Kamis, 26 Desember 2024 - 10:45 WIB

Langkah Kongkret Ketua Terpilih KKPP Palembang

Minggu, 8 Desember 2024 - 09:44 WIB

SATUPENA Umumkan Nama-nama Penerima Penghargaan Penulis 2024: Lifetime Achievement Award hingga Dermakata Award

Berita Terbaru