BPBD OKI Siapkan Jurus Jitu Dalam Pengendalian “KARBUNHUTLA” 2019

- Jurnalis

Selasa, 12 Maret 2019 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Listiadi Martin - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten OKI

Listiadi Martin - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten OKI

WIDEAZONE.COM, KAYUAGUNG — Bencana adalah peristiwa, sebuah rangkaian kejadian yang mengancam serta mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat karena disebabkan oleh faktor alam atau faktor non alam dan faktor manusia. Kerusakan lingkungan yang menyebabkan kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan resiko rehabilitasi.

Memasuki Mei hingga Agustus, Provinsi Sumatera Selatan akan dihadapkan dengan serangkaian karhutla karena memasuki musim kemarau, daerah yang berpotensi 65%-70% karbunhutla adalah Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir).

Daerah OKI yang termasuk penyumbang besar bencana karhutla diantara daerah yang termasuk berpotensi dalam kebakaran hutan dan lahana (karhutla) :

  1. Kecamatan Pangkalan Lampam
  2. Kecamatan Pampangan
  3. Kecamatan Kayuagung
  4. Kecamatan Tanjung Lubuk
  5. Kecamtan Pedamaran
  6. Kecamatan Pedamaran Timur
  7. Kecamatan Air Sugihan
  8. Kecamatan Tulung Selapan
  9. Kecamatan Cengal
  10. Kecamatan Lempuing Jaya
  11. Kecamatan Sungai Menang

 

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten OKI Listiadi Martin, Senin 11/3/2019 mengatakan kepada Wideazone.com, tiap kali kejadian bencana ataupun karhutla, itu adalah qodrat ilahi, selain itu bencana bersifat universal, manusia harus terlibat dalam aksi kemanusiaan untuk saling membantu, itulah saya menyebutnya “keroyokan”. Tanpa adanya aksi keroyokan (integritas) permasalahan bencana tidak akan selesai. BPBD OKI sebagai tongkat koordinasi bagi setiap pemegang dan pemangku jabatan pada setiap OPD yang berada di Pemerintah Kabupaten OKI.

Baca Juga:  Sekda Edward Candra Pastikan Pelayanan Samsat UPTB I Palembang Optimal Meski WFH

 

Listiadi Martin – Kepala Badan Penanggulan Bencana Kabupaten OKI

Lanjut Listiadi Martin selaku Kepala BPBD, kami menginginkan setiap ada bencana baik itu bencana alam ataupun karhutla setiap OPD/Dinas terkait saling keroyokan (sokong/bantu) dalam penuntasan bencana tersebut.

Baik dari PU menyiapkan excavataor, dinas kesehatan memberikan kemudahan akses terhadap masyarakat dengan menghubungkan posyandu, pustu, pusat kesehatan masyarakat, bagi dinas kehutanan memiliki tim untuk bisa dilibatkan dalam keadaan darurat, DAMKAR, dan dinas terkait lainnya, imbuhnya.

Ditambahkannya selain itu dari segi peralatan ketika bencana dan karhutla kita juga harusnya dilengkapi air boat untuk daerah yang rawa dan dan kondisi geografis daerah yang tertimpa bencana, untuk bantuan dari pusat melalui penyaluran pemerintahan provinsi itu saya katakan terlalu bagus dan sangat indah namun tak bisa digunakan pada kondisi geografis daerah.

Sementara itu dalam hal teknologi kami sudah mendapatkan alat pushdalop (alat yang dapat memberikan gambar lokasi kejadian),  namun juga kami membutuhkan alat pendeteksi hot spot (titik api), uajr Listiadi.

Baca Juga:  Feby Deru Berbagi Kebahagiaan dengan Warga Talang Kepuh

Pengendalian Kebakaran Kebun, Hutan dan Lahan (DALKARBUNHUTLA) selalu kami lakukan dengan upaya pencegahan sejak dini, pernah saya bicarakan ketika rapat bahwa memadamkan api saja kita membutuhkan waktu 6 jam.

Sedangkan menggunakan helikopter itu satu kali pakai menghabiskan uang sebesar lebih kurang Rp 120 juta, bayangkan kalu dikalikan 6 jam, namun saya memberikan masukan agar dana yang dipakai jangan mubazir.

Dari hal permaslahan itu saya menyarankan untuk memberikan pelatihan kepada orang untuk dilatih dan ditempatkan pada tempat yang rawan akan kejadian karbunhutla, kita berikan gaji atau insentif agar mereka mempunyai rasa tanggung jawab dalam hal pencegahan, ungkap Listiadi.

Kami selaku Badan Penanggulan Bencana Daerah OKI selalu siap dan merespon cepat tatkala terjadi bencana alam dan karbuhutla, dan saya juga mempunyai jargon “Keroyokan dari Siapa Bisa Berbuat Apa”, setiap orang, kelompok, instansi haruslah terlibat dalam aksi tanggap penanggulangan bencana karena ini adalah tugas mulia bagi sesama manusia, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, jadi kita bersatu dalam aksi pnenanggulangan bencana, tandas Listiadi Martin. (abror vandozer/jahriyanti/herman)

 

Berita Terkait

Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi
Assessment Center Polda Sumsel Perkuat Meritokrasi Jabatan Tinggi di Prabumulih
Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi Soal Korupsi Sungai Lalan, hingga Menang Praperadilan Suap Irigasi Muara Enim
Ketua TP-PKK Sumsel Feby Deru Ajak Ibu Rutin Bawa Balita ke Posyandu Demi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Optimal
Gubernur Herman Deru Dorong Integrasi Perencanaan dan Kemandirian Daerah dalam Musrenbang Sumsel
Feby Deru Tekankan Pentingnya Introspeksi dan Silaturahmi dalam Pengajian TP-PKK Sumsel
Wagub Cik Ujang Tekankan Nilai Ibadah Sosial dalam Silaturahmi dan Halalbihalal IKLS
Gubernur Herman Deru Apresiasi Komitmen Lingkungan dan Inovasi PTBA di Usia ke-45

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 16:51 WIB

Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi

Rabu, 15 April 2026 - 19:22 WIB

Assessment Center Polda Sumsel Perkuat Meritokrasi Jabatan Tinggi di Prabumulih

Rabu, 15 April 2026 - 18:12 WIB

Kejati Sumsel Geledah Tiga Lokasi Soal Korupsi Sungai Lalan, hingga Menang Praperadilan Suap Irigasi Muara Enim

Selasa, 14 April 2026 - 19:49 WIB

Ketua TP-PKK Sumsel Feby Deru Ajak Ibu Rutin Bawa Balita ke Posyandu Demi Kesehatan dan Tumbuh Kembang Optimal

Selasa, 14 April 2026 - 19:27 WIB

Gubernur Herman Deru Dorong Integrasi Perencanaan dan Kemandirian Daerah dalam Musrenbang Sumsel

Berita Terbaru

DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan atau PKB Sumsel menyatakan kesiapan Musyawarah Cabang [Muscab] di seluruh kabupaten/kota, dijadwalkan pada 18 April 2026.

Headlines

Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:13 WIB