Kominfo Berhasil Identifikasi 771 Berita HOAKS

- Jurnalis

Rabu, 6 Maret 2019 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gambar Net

Ilustrasi Gambar Net

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah berhasil mengindentifikasi 771 hoaks atau berita palsu/kabar bohong yang beredar sepanjang periode bulan Agustus 2018 sampai dengan Februari 2019.

Melalui keterngan resmi Ferdinandus Setu Rabu, 6/3/2019 yang dilansir dari Setkab.go.id, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas kementerian Kominfo, hasil pemantauan konten internet dan media sosial yang diidentifikasi oleh TIM AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informastika jumlah konten hoaks yang beredar di masyarakat terus meningkat dari bulan ke bulan.

 

Ilustrasi Gambar Net

Lanjut Ferdinandus, “Bulan Agustus 2018 hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi oleh  Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika. September 2018, naik menjadi 27 hoaks, sementara di Oktober dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks. Desember 2018, jumlah hoak terus meningkat di angka 75 konten,”

Baca Juga:  Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka

Selama bulan Januari dan Februari 2019 terjadi peningkatan konten hoaks secara signifikan, sebanyak 175 konten hoaks yang berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kemkominfo pada Januari 2019. Angka ini naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks, ujar Ferdinandus.

 

Terkait hoaks dan disinformasi berkaitan dengan isu politik 181 konten, baik konten hoaks yang menyerang pasangan Calon Presiaden nomor 1 dan nomor 2 maupun yang terkait partai politik, jelas Ferdinandus.

Selain hoaks terkait isu politik, terdapat juga hoaks isu kesehatan sebanyak 126, hoaks isu pemerintahan sebanyak 119 hoaks, hoaks berisikan fitnah terhadap individu tertentu sebanyak 110, hoaks terkait kejahatan 59, hoaks isu agama 50, hoaks isu internasional 21, hoaks penipuan dan perdagangan masing-masing 19 konten, dan terakhir hoaks isu pendidikan sebanyak 3 konten.

Baca Juga:  Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta
Ilustrasi Gambar Net
Ilustrasi Gambar Net

Kominfo mengimbau agar warganet dan pengguna media sosial atau aplikasi pesan instan tidak menyebarluaskan informasi hoaks dalam bentuk apapun. Karena berita

Tim AIS Kemkominfo dibentuk pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia. Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti, tandas Ferdinandus Setu. (*)

Berita Terkait

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional
SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera
Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi
Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat: Pers Indonesia Berduka
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:25 WIB

Pemuda Masjid Dunia Diminta Jadi Perekat Generasi Muda, Gibran Dukung MTQ Internasional

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

SMSI Turut Meriahkan Jalan Santai Hari Kebebasan Pers Sedunia

Senin, 11 Mei 2026 - 06:53 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 21:08 WIB

Ancaman El Nino 2026, Ribuan Titik Api Sudah Terdeteksi di Sumatera

Kamis, 23 April 2026 - 20:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Bukan Soal Ijazah Tapi Kompetensi

Berita Terbaru