WIDEAZONE.com, JAKARTA | Fenomena Badai Matahari diidentikan dengan suatu ledakan-ledakan atau peristiwa eruptif yang terjadi pada matahari itu sendiri.
Hal itu disampaikan Peneliti Antariksa Dr Johan Muhammad dalam acara talkshow yang diselenggarakan Pusat Riset Antariksa pada Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN [PUSSAINSA LAPAN] di Jakarta, Kamis [21/10].
“Dalam istilah umum, dapat dikatakan bahwa badai matahari merupakan suatu peningkatan radiasi secara mendadak di matahari. Jadi salah satu bagian di matahari atau daerah aktif dan/atau sebagian lontaran massa koronal yang terlontar ke luar angkasa,” ujarnya seperti dikutip dari laman website Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional [Lapan] pada Senin [1/11/21].
Dikatakan Johan, intinya badai matahari adalah suatu peristiwa di matahari yang berupa ledakan dan skala ledakannya juga besar karena ukuran dari matahari itu sendiri, sehingga dampaknya bisa sampai terasa ke bumi.
Peristiwa yang terjadi pada ledakan matahari sangat beraneka macam atau berbeda-beda. Salah satu peristiwanya tersebut adalah flare.
“Flare merupakan suatu ledakan di daerah aktif matahari, di mana kejadian ini ditandai dengan terjadinya peningkatan cahaya di bagian tertentu di matahari, seperti tiba-tiba saja langit terang dengan sangat cepat. Kejadian tersebut terjadi karena matahari melepaskan energi yang dimilikinya,” jelasnya.
Badai matahari sangat berbeda dengan jenis badai yang ada atau terjadi pada atmosfer bumi. Badai matahari merupakan suatu fenomena pelepasan energi di atmosfer matahari yang kaitannya dengan medan magnet itu sendiri.
Pergerakan plasma atau dinamika yang bergerak di dalam dan di permukaan matahari merupakan penyebab dari adanya badai matahari. Dalam kaitannya dengan kehidupan manusia, badai matahari bisa mengganggu kehidupan manusia jika badai mataharinya cukup besar dan arah mataharinya tepat ke bumi di mana akan berpengaruh pada kondisi kelistrikan dan kemagnetan di bumi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya




![Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDIP, Andreas Okdi Priantoro [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)
![Pengamat Reforma Agraria, sekaligus Anggota Serikat Petani Indonesia [SPI] Widya Astin SSos](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/887464621_1607312510454307_6762934622566836601_n-225x129.jpg)


![Sekretaris DPW NasDem Sumsel, H Nopianto [HNP] menabur bunga di TMP Ksatria Ksetra Siguntang pada Sabtu 31 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Sekretaris-DPW-NasDem-Sumsel-menabur-bunga-di-TMP-Ksatria-Ksetra-Siguntang-pada-Sabtu-31-Oktober-2026-225x129.jpg)

![Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDIP, Andreas Okdi Priantoro [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)
![Pengamat Reforma Agraria, sekaligus Anggota Serikat Petani Indonesia [SPI] Widya Astin SSos](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/887464621_1607312510454307_6762934622566836601_n-129x85.jpg)




![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

