Di bumi sendiri terdapat lapisan yang disebut ionosphere di mana kerja atmosphere ini adalah memantulkan gelombang radio frekuensi tinggi untuk komunikasi. Ketika orang yang biasa menggunakan frekuensi tinggi dengan orang lain dan orang di tempat tertentu kemudian ada badai matahari, maka lapisan ioneshpere yang ada di atmosphere akan terganggu yang berakibat pada orang-orang yang sedang melakukan komunikasi tinggi dengan frekuensi tinggi. Namun untungnya, bumi sendiri memiliki perisai magnet yang melindungi bumi dari partikel-partikel matahari.
Badai matahari sendiri tidak dapat dilihat dan dipantau langsung dengan mata saja, karena membutuhkan alat berupa teleskop untuk bisa melihat fenomena tersebut. Walaupun sudah bisa melihat badai matahari, namun penggunaan dan pemantauan melalui teleskop tidak bisa dilakukan secara terus menerus dikarenakan bumi terus berputar yang akhirnya terjadi pergantian siang ke malam.
Oleh karena itu pemantauan badai matahari dilakukan dengan mengirimkan satelit keluar angkasa, sehingga pemantauan dapat dilakukan tanpa mengenal siang ataupun malam. Secara khusus, Indonesia sendiri masih belum memiliki alat atau satelit untuk mendeteksi badai matahari secara keseluruhan karena kendala yang ada, sehingga untuk bisa mengetahui terkait dengan badai matahari, Indonesia menggunakan dan memanfaatkan data dari NASA. [Abror Vandozer]
Halaman : 1 2




![Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDIP, Andreas Okdi Priantoro [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261018-WA0004-225x129.jpg)
![Pengamat Reforma Agraria, sekaligus Anggota Serikat Petani Indonesia [SPI] Widya Astin SSos](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/887464621_1607312510454307_6762934622566836601_n-225x129.jpg)


![Sekretaris DPW NasDem Sumsel, H Nopianto [HNP] menabur bunga di TMP Ksatria Ksetra Siguntang pada Sabtu 31 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/Sekretaris-DPW-NasDem-Sumsel-menabur-bunga-di-TMP-Ksatria-Ksetra-Siguntang-pada-Sabtu-31-Oktober-2026-225x129.jpg)

![Anggota DPRD Kota Palembang dari Fraksi PDIP, Andreas Okdi Priantoro [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/IMG-20261018-WA0004-129x85.jpg)
![Pengamat Reforma Agraria, sekaligus Anggota Serikat Petani Indonesia [SPI] Widya Astin SSos](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/11/887464621_1607312510454307_6762934622566836601_n-129x85.jpg)




![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

