TERLEPAS dari meledak atau selang penghubung milik perusahaan PT Queen Energy Indonesia (QEI) pecah, namun perusahaan pengeboran minyak dan gas bumi itu harus menjelaskan ke masyarakat, apa yang terjadi. Apalagi dalam kecelakaan itu telah menewaskan seorang pekerja.
WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Terkait kecelakaan pecahnya pipa gas PT Pertamina yang dikelola PT QEI di lokasi kerja Sumur Candi 03 Telang Gula Desa Sukamanis Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI,, harus ada kejelasan.
Terkait masalah itu, Pengamat Sosial Poltik, Hukum dan Kemasyarakatan, Dr Chairil Syah SH MH, mengatakan andaikan kecelakaan itu bukanlah ledakan, tapi selang pipa penghubung di kawasan proyek itu pecah. Bahkan telah menewaskan Supriyadi.
“PT QEI harus bertanggung jawab atas kematian Supriyadi. Sebab antara pekerja dan perusahaan tempat korban bekerja merupakan dua pihak yang saling membutuhkan dan menguntungkan,” ujar Chairil Syah saat dihubungi Wideazone.com dan Zoom Post, Kamis (16/1/2020).
Meski barangkali kecelakaan itu masih dalam penyelidikan, kata Chairil Syah, namun nyawa pekerja PT QEI telah keburu melayang saat terjadinya ledakan di lokasi kerja.
Apabila kamatian Supriyadi itu hanya dibayar 10 hari kerja, ini sangat melecehkan nyawa manusia. “Apalagi saat korban tewas ia sedang bekerja untuk menggali produksi milik perusahaan. Ini yang harus dihargai,” katanya.
Menurut Chairil, terlepas Supriyadi itu pekerja harian dan belum ada status pengangakatan oleh pihak PT QEI, namun nyawanya harus mendapat perhatian sebagai nyawa manusia.
Apalagi ketika Supriyadi bekerja tidak memperhitungkan untung rugi saat ia sedang malaksanakan tugasnya. Karena itu untuk mempertimbangkan nyawanya sebagai manusia, pihak perusahaan harus memberikan ganti rugi sepentasnya. “Saya membaca beritanya, istri Supriyadi mengatakan bahwa suaminya itu adalah tulang punggung kekuarga. Itu artinya, keberadaan korban tentu sangat penting bagi anak-anaknya yang masih sekolah,” tegas Chairil Syah.
Karena itu terkait kematian Supriyadi, katanya, harus ada kebijakan lain meski proses penyebab awal kecelakaan sedang diselidiki, namun kematian seseorang harus diselesaikan sesuai aturan.
“Silakan nanti apakah pecahnya pipa gas disebabkan apa, itu urusan lain. Sedangkan keterkaitan nyawa pekerja yang melayang harus diapresiasi sebagai nyawa manusia,” tegas Chairil Syah yang akrab dipanggil Chacak tersebut. (Anto Narasoma)






![Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [DPW PKB Sumsel] memberangkatkan tiga perwakilan keluarga deklarator PKB Sumsel dan satu Dewan Pembina DPW Perempuan Bangsa Sumsel untuk menunaikan ibadah umrah, Rabu 1 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/Tiga-Keluarga-Deklarator-PKB-Sumsel-225x129.jpg)
![Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0028-225x129.jpg)
![Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Alwis Gani. [WI-AbV]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0024-225x129.jpg)



![Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [DPW PKB Sumsel] memberangkatkan tiga perwakilan keluarga deklarator PKB Sumsel dan satu Dewan Pembina DPW Perempuan Bangsa Sumsel untuk menunaikan ibadah umrah, Rabu 1 Juli 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/Tiga-Keluarga-Deklarator-PKB-Sumsel-129x85.jpg)
![Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat [RSUP] Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Harun Hudari, SpPD KPTI FINASIM.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260629-WA0028-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

