WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Masyarakat kawasan Sekip Bendung kecewa ketika menampung air minum PDAM Tirta Musi kondisinya seperti air comberan. Karena keadaannya keruh dan berlumpur.
“Sudah lebih dari sepekan air minum yang dialirkan ke rumah kami berwarna pudar tidak bening,” ujar Anto (45) saat diwawancarai Wideazone.com dan Zoom Post, Senin (23/12/2019).
Menurut dia, sudah lebih dari sepekan banyak rumah tangga di sekitarnya tidak menampung air PDAM. “Ketika dicurahkan dari selang saat kami menampung air minum, wuih, kami kaget bukan main. Sebab kualitas airnya buruk sekali,” katanya.
Menurut Parjo, ketika air itu dicium, tak sedikit pun terdapat aroma tak sedap. Namun suasana air yang buruk dan keruh itu mirip air comberan. “Makanya saya malas menampung air PAM tersebut. Jika kebetulan sudah tertampung, endapan di dasar bak penampung penuh dengan kotoran. Saya kecewa terhadap pelayanan PDAM Tirta Musi,” katanya.
Anto memperkirakan, barangkali pipa saluran airnya ada yang bocor sehingga ketika ia menyedot air PAM dengan mesin penyedot, lumpur rawa ikut terisap. “Tapi setelah saya periksa, ternyata tak ada selang air kami yang bocor. Setelah bertanya ke beberapa tetangga, ternyata mereka pun mengalami hal yang sama,” kata Anto.
Ilustrasi PDAM
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler menjelaskan, air keruh akibat dari erosi air hujan.
“Hujan yang berkepanjangan menyebabkan intesitas aliran air meningkat dari hulu Sungai Musi, sehingga membawa partikel-partikel kotoran berimbas dan mengakibatkan air sangat keruh. Air tersebut mengalir ke sistem penyaringan dan berpengaruh terhadap distribusi air,” jelas Andi.
Terkait masalah itu, pengamat sosial dari Universitas Tamansiswa Palembang, Joko Siswanto, mengatakan seiring dengan harapan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat, PDAM harus melayani pelanggan sebaik-baiknya.
Pengamat sosial dari Universitas Tamansiswa Palembang, Joko Siswanto
“Jika tidak begitu, berarti PADM Tirta Musi tidak memenuhi harapan Pak Presiden,” ujar Joko Siswanto ke pada Wideazone.com dan Zoom Post, Senin (23/19/2019).
Menurut Joko, saat ini, untuk mendukung percepatan usaha negara agar sehat dan berkualitas, Menteri Badan Usaha Milik Pemerintah (BUMN), Menteri BUMN Erick Thohir BA MBA begitu cepat dan tegas memperbaiki manajemen usahanya.
“Anehnya, kok PDAM Tirta Musi tidak mengikuti langkah-langkah Erick Thohir,” katanya.
Menurut Joko, dengan membayar retribusi air minum setiap bulan, harusnya kualitas air minum didistribusikan ke masyarakat dengan baik, jernih dan hieginis. “Kalau airnya keruh, berarti pembayaran setiap bulan itu mengecewakan masyarakat,” ucap Joko menutup perbincangan. (*)