Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat perdana pengurus PGRI Sumsel dengan menerima SK dari Ketum PB-PGRI, berlangsung di Aula SMKN 6 Palembang, Senin 1 Juni 2026

Rapat perdana pengurus PGRI Sumsel dengan menerima SK dari Ketum PB-PGRI, berlangsung di Aula SMKN 6 Palembang, Senin 1 Juni 2026

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [PGRI Sumsel] tancap gas dengan menggelar rapat konsolidasi setelah resmi menerima Surat Keputusan [SK] kepengurusan dari Ketua Umum Pengurus Besar [PB] PGRI.

Pertemuan perdana tersebut berlangsung di Aula SMKN 6 Palembang, Senin 1 Juni 2026 sebagai langkah awal menyatukan kembali organisasi setelah sempat mengalami kekosongan kepengurusan.

Rapat konsolidasi dihadiri seluruh jajaran pengurus inti sesuai struktur organisasi yang telah ditetapkan pusat. Susunan tersebut terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, empat Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara, serta 14 biro yang akan menjadi motor penggerak organisasi. Hadir pula sejumlah perwakilan Badan Kelengkapan Organisasi [BKO] yang nantinya akan dilantik dan dikukuhkan oleh Pengurus Daerah PGRI Sumatera Selatan.

Ketua Mandat PGRI Sumatera Selatan, Riza Pahlevi, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengembalikan marwah organisasi sebagai rumah besar para guru. Menurutnya, setelah keluarnya putusan banding pada 4 Mei lalu, PGRI Sumsel harus segera bergerak melakukan konsolidasi agar roda organisasi kembali berjalan normal.

“Setelah tiba di Palembang pukul 10.00 WIB, pukul 11.00 kita langsung bersiap, dan pukul 14.00 WIB kita langsung mengadakan rapat di sini. Tujuannya tidak lain untuk gerak cepat karena secara legalitas kita sudah sangat kuat. Kami langsung menyampaikan SK ini dan berbagi tugas bersama jajaran pengurus,” ujar Riza usai memimpin rapat.

Baca Juga:  TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Ia menegaskan, misi utama kepengurusan baru adalah mengembalikan khittah PGRI sebagai organisasi yang benar-benar memperjuangkan kepentingan guru dari berbagai latar belakang, baik guru yang bernaung di bawah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, sekolah swasta, maupun sekolah negeri.

Menurut Riza, perubahan paradigma menjadi kebutuhan mendesak agar organisasi tidak sekadar menjadi wadah formal, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para pendidik.

“Misi kita tidak lain bagaimana kita mengurusi guru dari berbagai elemen. Selama ini kesannya guru yang mengurusi pengurus. Sekarang harus dibuktikan bahwa ini adalah organisasi guru. Jangan hanya menempel nama atau tagline saja, tetapi harus membawa manfaat betul dari guru dan untuk guru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riza menyampaikan komitmennya untuk melakukan penataan struktur kepengurusan secara profesional dan proporsional. Ia menilai organisasi pendidikan harus dipimpin oleh sosok-sosok yang memahami dunia pendidikan secara langsung agar kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan para guru di lapangan.

Baca Juga:  Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

“Ke depan, pengurus itu kita ambil betul-betul dari guru, setidaknya dari kepala sekolah. Jangan sampai diisi oleh pejabat tertentu yang sudah lain konteksnya dengan dunia pendidikan,” katanya.

Melalui rapat konsolidasi ini, seluruh pengurus inti dan biro diberikan tugas dan tanggung jawab yang jelas agar program organisasi dapat segera dijalankan secara efektif. Pembagian tugas tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penguatan organisasi sekaligus menjawab berbagai persoalan yang dihadapi guru di Sumatera Selatan.

Dengan semangat baru dan legalitas yang telah kuat, PGRI Sumatera Selatan menargetkan transformasi organisasi yang lebih solid, responsif, dan dekat dengan kebutuhan anggotanya. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan, profesionalisme, serta kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.

“PGRI harus kembali menjadi rumah besar guru, dikelola oleh guru, dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan guru,” pungkas Riza. [AbV]

Berita Terkait

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis
Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
Ketua ADO Sumsel Akui Bagi Masker Sebelum Bentrok Mahasiswa, Klaim Atas Permintaan Dirintelkam
Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi “All-in” Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab
Menko Polkam Warning Perusahaan Nakal “Karhutla”: Tindak Tegas, Aparat Jangan Lunak!

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Bongkar Dugaan Skandal Rp70 Miliar Perjadin Setwan DPRD Sumsel: Dari Pungli Rp500 Ribu hingga Perjalanan Fiktif

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Berita Terbaru