HMTI Ingatkan Bahaya Paham Radikalisme

- Jurnalis

Jumat, 13 Desember 2019 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Himpunan Majelis Taklim Indonesia (HMTI) laksanakan muktamar untuk pertama kalinya bertempat di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Jumat (13/12/2019)

Himpunan Majelis Taklim Indonesia (HMTI) laksanakan muktamar untuk pertama kalinya bertempat di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Jumat (13/12/2019)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Himpunan Majelis Taklim Indonesia (HMTI) laksanakan muktamar untuk pertama kalinya bertempat di Hotel Swarna Dwipa, Palembang.

Acara dihadiri Ketua Umum terpilih Himpunan Majelis Taklim Indonesia Pusat Drs H Buya syamsuddin Armain, Sekjen Himpunan Majelis Taklim Indonesia Herianto Spd MM, Ketua Majelis Pertimbangan H Hidayat Chomsu SE, serta 5 perwakilan kabupaten kota Sumatera Selatan.

Drs H Buya Syamsuddin Armain sebagai ketua Himpunan Majelis Taklim Pusat saat diwawancarai menjelaskan, Majelis taklim mengadakan himpunan bertujuan untuk menyatukan seluruh majelis taklim di Indonesia untuk menginggatkan bahwa Paham Radikal tidak sesuai dengan idiologi negara kita.

Baca Juga:  PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

” Sebab paham radikal identik dengan kekerasan, sedangkan idiologi negara kita adalah Pancasila maka kita akan meluruskan dari pemahaman radikal serta memberikan tuntunan megenai ideologi kita yaitu Pancasila,” jelas Buya Syamsuddin, Jumat (13/12/19).

Ia mengatakan, Himpunan Majelis Taklim Indonesia akan mencegah atau meminimalisir adanya aliran-aliran baru, karena banyak kita lihat keluarnya aliran-aliran baru yang menyimpang dari pandangan Agama.

” Diadakannya HMTI untuk menerangkan kebijakan yang sebenarnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah,” katanya.

Baca Juga:  PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla--ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Lebih lanjut, Buya Syamsuddin mengungkapkan, Untuk mencegah masuknya Aliran Radikal, HMTI akan Bekerjasama dengan Menteri Agama untuk mempersatukan seluruh Tokoh-Tokoh Agama, Para Ulama untuk diberikan pandangan serta pemahaman tentang Idiologi negara kita Pancasila agar pemahamam radikalisme tidak melebar luas penyebarannya, ungkpnya.

” Kita inginkan agar para Ulama serta orang-orang yang memahami Al Qur’an untuk membantu meminimallisir Pemahaman Radikalisme agar tidak menimbulkan suatu masalah yang baru, khususnya di Sumatera Selatan,” harap Buya sembari menutup perbincangannya.

Laporan: Akip

Editor: Abr

Berita Terkait

Plang PBB Bapenda Terpasang di Dua Objek IGM, Marzuki Alie Minta DPRD Bersikap Tegas
Revitalisasi Rusun Ilir Barat Dikebut, Kementerian PKP Turun Langsung ke Palembang
Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
40 Lokasi Diduga Sarang Narkoba Digempur, Ratu Dewa Gaspol Benahi 3-4 Ulu
Ratu Dewa Soroti 114 Anak Sungai Palembang, Camat dan Lurah Diminta Telusuri Sejarahnya

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Plang PBB Bapenda Terpasang di Dua Objek IGM, Marzuki Alie Minta DPRD Bersikap Tegas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:05 WIB

Revitalisasi Rusun Ilir Barat Dikebut, Kementerian PKP Turun Langsung ke Palembang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Berita Terbaru