Warga Pampangan Belum Terkonfirmasi Corona

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2020 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurus Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan saat memberikan keterangan pers virtual conference mengungkapkan, Warga Desa Tapus Kecamatan Pampangan OKI tersebut sebelumnya di rawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan gejala hemifarase dan hypertensi, Sabtu, (25/4).

Jurus Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan saat memberikan keterangan pers virtual conference mengungkapkan, Warga Desa Tapus Kecamatan Pampangan OKI tersebut sebelumnya di rawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan gejala hemifarase dan hypertensi, Sabtu, (25/4).

WIDEAZONE.COM, OKI — AZ (40) warga Ogan Komering Ilir (OKI) dimakamkan dengan protokol Covid-19 meski yang bersangkutan belum terkonfirmasi terpapar virus corona.

Jurus Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan saat memberikan keterangan pers virtual conference mengungkapkan, Warga Desa Tapus Kecamatan Pampangan OKI tersebut sebelumnya di rawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan gejala hemifarase dan hypertensi, Sabtu, (25/4).

“Yang bersangkutan mengalami gejala hemifrase, kejang- kejang (mirip orang kesurupan). Oleh keluarga langsung dibawa berobat ke RS Muhamadiyah Palembang, namun setelah dirawat pada jumat (24/4/2020), dinyatakan meninggal dunia dan anjuran dari pihak rumah sakit Muhammadiyah untuk dimakamkan di pemakaman khusus,” ungkap Iwan.

Baca Juga:  Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Karena disarankan demikian, pihak keluarga ujar Iwan menurut saja, “Namun belum bisa dipastikan positif karena sampai dengan saat ini belum ada hasil pemeriksaan sampel swab yang diterima,” terangnya.

Baca Juga:  Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Iwan menambahkan orang tersebut diketahui tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota dan tidak pernah ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Meski demikian, jelas Iwan pihaknya akan tetap melakukan langkah antisipasi dengan melakukan tracking terhadap masyarakat yang melakukan kontak langsung dengan warga tersebut di Desa Tapus.

“Kita tetap lakukan kontak tracking kepada kontak langsung besok pagi” jelas Iwan.

Laporan Ukik

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel
Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Greenpeace dan Perkumpulan Rawang Gaungkan Protes hingga Bongkar Krisis Karhutla Sumsel

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Berita Terbaru