Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2020 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton (Photo: Alamsyah)

Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton (Photo: Alamsyah)

JALAN cor beton Desa Segamit Kecamatan Semendo Darat Ulu yang seharusnya akan dikerjakan kontraktor, secara mendadak harus dihentikan warga. Alasan penghentian itu dinilai masyarakat kurang tepat sasaran.

WIDEAZONE.COM, SEMENDO — Masyarakat berkukuh agar pembangunan jalan cor beton yang segera dimulai pekerjaannya, terpaksa dihentikan.

Terkait masalah itu, tokoh masyarakat Desa Segamit, Suwandi, mengatakan pembangunan jalan itu diduga tidak tepat pada sasarannya.

“Seharusnya, pembangunan jalan cor beton itu diarahkan ke empat titik yang kondisinya parah. Seperti jalan tanjakan Pehikan, jalan di atas endikat, jalan Peraduan Getuk dan jalan tanjakan Lengkenai yang sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Suwandi ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Selasa (15/9/2020).

Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton (Photo: Alamsyah)
Warga Desa Segamit Tolak Pembangunan Jalan Cor Beton (Photo: Alamsyah)

Keempat kawasan itu, katanya, sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab, setiap hujan turun, mobil yang melewati tanjakan itu harus ditarik. “Pengendara motor pun banyak yang terbalik karena jalan tanahnya begitu licin ketikan hujan turun,” ujar Suwandi.

Karena masyarakat setempat meminta agar pembangunan jalan itu dialihkan ke jalan-jalan bertanjakan tersebut. Mengapa pemborong enggan membangun jalan di empat tanjakan itu?

Baca Juga:  Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Menurut Karmudin selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Segamit , alasan pemborong di kawasan terdapat hutan luas. “Tahun lalu di desa kami sudah dibangun dengan dana APBD Muara Enim. Kok sekarang tidak bisa? Ini aneh sekali,” ujarnya.

Menurut dia, permintaan dan tuntutan warga desa dari empat kampung mrminta agar jalan tersebut dibangunkan di empat titik sepanjang sekitar 600 meter.

Permintaan warga empat desa, kata Suwandi, sudah dirapatkan di kantor desa dengan rombongan pihak Dinas Pekerjaam Umum (DPU).

“Menurut pihak PU, empat titik itu merupakan kawasan hutan lindung. Jadi tidak bisa dibangun jalan cor beton di kawasan itu. Yang kedua, kontraktornya sudah minta surat dari pihak Kementerian jalan Desa Segamit sudah bisa dibangun. Sayangnya hingga kini belum ada titik terangnya dari Dinas PU dan pihak kontraktor,” katanya.

Para kontraktor mau membangun jalan cor beton dari Santren ke Anak Air Besak. Sedangkan dari perhitungan masyarakat, itu tidak membantu. “Maksud kita, tolong diprioritaskan jalan tanah yang kondisinya parah,” jelas Karmudin.

Baca Juga:  Kapolres OKU Timur Tak Berikan Toleransi bagi Pelaku Karhutla

Terkait masalah itu, Kepala Desa Segamit Siswani, mengatakan masyarakatnya tidak setuju pembangunan jalan cor beton di wilayahnya.

“Jika empat titik jalan tanah mentah itu sudah dicor beton, setidaknya ketika warga pulang dalam keadaan hujan deras, mereka bisa melewatinya,” ujar Siswani.

Kades Segamit itu mengatakan, sudah terjadi dua mediasi. Namun karena masyarakat bersikap keras, pihak PU mundur dari rapat dan menyatakan tak usah dibangun tulis berita acaranya.

Bahkan kontraktornya menanyakan apakah jalan cor beton dari Anak Air Besak ke Santren masih akan dibangun? Karena diadakan mediasi kembali. “Bahkan pihak kontraktor minta surat dari Menteri Kehutanan, semuanya sudah kami berikan. Apalagi alasan mereka untuk tidak membangun di empat titik tersebut? Warga membutuhkan jalan itu,” tandasnya.

Menurut Siswani masyarakat Desa Segamit akan menolak keras jika kontraktor akan meneruskan pembangunan jalan cor beton desanya. “Bahkan saya meminta agar pihak kontraktornya menemui saya. Namun hingga sekarang mereka belum juga mewujudkan itu,” tukas Kades Segamit menutup perbincangan. (*)

Laporan Alamsyah
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral
Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review
Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios
81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…
Wamenkes Pacu Pemberantasan TB di Palembang, Ratu Dewa Pastikan Program Tepat Sasaran
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:22 WIB

81 Pejabat Pemkot Palembang Dilantik, Pesan Tegas Ratu Dewa untuk Dua Kepala OPD hingga Jajaran…

Berita Terbaru