Udara di Palembang Tidak Sehat, Urutan Pertama di Indonesia: Anak Usia 0-18 Tahun Berisiko

Tips Kesehatan Hadapi Bencana Kabut Asap

Tangkapan layar pada akun instagram @ramhpromkes, dr Fifi Sofiah SpA (K)
Tangkapan layar pada akun instagram @ramhpromkes, dr Fifi Sofiah SpA (K)

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Dokter Spesialis Anak Konsultan Respirologi RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, dr Fifi Sofiah SpA (K) mengatakan polusi udara di Kota Palembang menduduki urutan pertama di Indonesia dengan kualitas udara yang tidak sehat.

“Mengapa kita harus memberikan perhatian khusus pada bencana asap ini? Kita melihat bahwa banyak orang-orang yang berisiko salah satunya adalah usia anak 0-18 tahun merupakan populasi sangat rentan berisiko,” ungkap dr Fifi Sofiah dalam unggahannya di akun Instagram @rsmhpromkes, Kamis 28 September 2023.

banner 468x60

Kita tahu, ungkap Dokter Spesialis Anak Respirologi RSMH, bahwa paru-paru anak masih dalam tahap perkembangan. “Anak-anak bernafas lebih sering dibandingkan orang dewasa, sedangkan saluran pernafasannya juga sangat sempit,” ujarnya.

“Sehingga pajanan polusi udara yang di dalam keadaan kabut asap dapat menyebabkan efek negatif pada usia anak,” jelasnya.

Tips Kesehatan Hadapi Bencana Kabut Asap

Selain itu, dr Fifi Sofiah memberikan tips menjaga kesehatan kala bencana kabut asap, yaitu kurangi aktivitas di luar ruangan, pergunakan masker saat berada di luar.

“Kemudian kita menggunakan pakaian tertutup dan kacamata untuk mengurangi paparan dari asap. Tutup jendela dan pintu agar asap tidak masuk ke ruangan,” ucapnya.

Ia pun mengimbau jangan menambah aktivitas asap berlebihan seperti merokok dan membakar sampah ataupun lainnya.

Yang terpenting, tambah dia, segera konsultasikan ke dokter bila mengalami batuk, pilek dan sesak nafas. [AbV]