Tips Hilirisasi bagi Mahasiswa dan Dosen

- Jurnalis

Jumat, 3 Januari 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala LLDIKTI I Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Prof Saiful Anwar Matondang, dalam Seminar SEVIMA, Senin 30 Desember 2024.

Kepala LLDIKTI I Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Prof Saiful Anwar Matondang, dalam Seminar SEVIMA, Senin 30 Desember 2024.

WIDEAZONE.com. SUMUT | Penelitian mahasiswa dan dosen di perguruan tinggi kerap terhenti sebagai tugas akhir atau dokumen yang bertumpuk di perpustakaan.

Beberapa di antaranya memang dipublikasikan pada jurnal bereputasi atau dicatatkan sebagai hak kekayaan intelektual. Namun publikasi itu kerap tidak berdampak langsung kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala LLDIKTI I Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Prof Saiful Anwar Matondang, dalam Seminar SEVIMA, Senin 30 Desember 2024.

Sejalan dengan keinginan Indonesia menjadi negara maju, Prof Saiful Anwar mengajak mahasiswa untuk melampaui batas.

Aktivitas di kampus, menurutnya harus ada hilirisasi penelitian. Dengan tujuan agar kampus mampu berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, peningkatan pendapatan, dan kemajuan bangsa.

“Kita [kampus] harus menjangkau mimpi-mimpi masyarakat! Disamping itu jika kita sukses hilirisasi, maka sama saja membuka peluang kerja, wirausaha, dan pintu rezeki!,” ujar Prof Saiful di hadapan ribuan dosen dan mahasiswa peserta Seminar SEVIMA yang diselenggarakan secara Hybrid di Institut Teknologi Del – Toba Sumatera Utara & Aplikasi Zoom.

Ia mencontohkan tiga sektor potensial yang dapat digarap oleh perguruan tinggi yakni teknologi pangan, desa wisata, dan pengembangan UMKM untuk ekspor. Berikut tips dari Prof Saiful agar penelitian bermanfaat dan sukses dihilirisasi.

Pertama, menggali potensi penelitian untuk Hilirisasi. Mahasiswa dapat memulai dengan cara mengidentifikasi iuaran penelitian yang potensial. Hal ini dikarenakan masyarakat dan pemerintah membutuhkan hasil penelitian yang dapat diterapkan langsung, seperti teknologi tepat guna untuk mendukung ketahanan pangan, pengembangan agrowisata, hingga pemasaran digital untuk UMKM.

Baca Juga:  ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

“Selama ini luaran penelitian sangat jarang ditindaklanjuti, Jadi tipsnya, sejak awal meneliti, harus Outcome Based (berorientasi hasil). Rumuskan dulu masalah apa yang ingin dipecahkan di masyarakat, apa potensinya dari masyarakat, baru diteliti. Jangan setelah penelitian, baru dipikirkan apa manfaatnya,” ujarnya.

Kedua, kata Prof Saiful Anwar membuat database hasil riset. Perguruan tinggi perlu membuat database hasil riset yang telah dilakukan apakah unggul di bidang agribisnis, manajemen, atau teknologi informasi. Sehingga mereka bisa menawarkan solusi konkret kepada masyarakat, pemerintah hingga BUMN dan BUMDes untuk kolaborasi.

Database itu juga harus bisa diakses secara mudah oleh masyarakat. Misalnya lewat website atau media sosial, yang bisa menampilkan penelitian terkini buatan mahasiswa dan dosen. Sehingga jika ada masyarakat yang tertarik menggunakan atau berkolaborasi, bisa dengan mudah menghubungi peneliti terkait.

“Saya menyarankan ke depan dibuat database hasil riset dosen, kalau kekuatan dosen IT bisa menawarkan digital marketing membuat website data desa, itu akan membantu masyarakat desa termasuk desa wisata,” imbuhnya.

Ketiga, mempromosikan hasil penelitian secara digital. Prof Saiful menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan media sosial [medsos] sebagai alat komunikasi penelitian yang efektif. Dibandingkan spanduk atau brosur, media sosial memiliki jangkauan yang lebih luas dan biaya yang lebih efisien. “Dengan media sosial, kita bisa menjangkau seluruh dunia,” urainya.

Baca Juga:  Sekolah Rasa "Double Track" SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha

Senada, Rektor Institut Teknologi [IT) Del, Dr Arnaldo Marulitua Sinaga ST MInfoTech, membagikan pengalaman kampusnya dalam hilirisasi di satu dekade terakhir.

Sebagai salah satu kampus terbaik di Pesisir Danau Toba dan baru saja meraih penghargaan “Anugerah Diktisaintek” dari Kementerian Pendidikan Tinggi, IT Del memanfaatkan keunggulan prodi informatika yang dimilikinya untuk menghasilkan penelitian di bidang teknologi kekinian, seperti kecerdasan buatan [artificial intelligence], keamanan siber [cyber security], dan industri kecerdasan [knowledge based economy].

Dengan keahlian IT tersebut, sudah lebih dari 20 desa di pesisir Danau Toba, dibuatkan website resmi desa oleh IT Del. Desa-desa ini juga didampingi pengembangan teknologi dan promosi digitalnya, sehingga Danau Toba bisa terus tumbuh menjadi salah satu destinasi favorit di Indonesia bahkan dunia.

“Salah satu pencapaian signifikan adalah penunjukan IT Del oleh Kementerian Pendidikan untuk mengelola Taman Sains di Kumbang, Tapanuli. Taman ini berfokus pada penelitian tanaman herbal, holtikultura, serta pengembangan food estate berbasis holtikultura, yang sejalan dengan potensi agraris wilayah tersebut. Penelitian IT Del dihilirisasi menjadi produk pertanian, dan produk digital yang mempromosikan Danau Toba kepada dunia!” pungkasnya. [AbV/red]

Berita Terkait

SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
OREO Berbagi Seru: Wujudkan Pembelajaran Menyenangkan, Cetak Siswa Ogan Ilir Cerdas dan Berkarakter
Sekolah Rasa “Double Track” SMA Negeri 12 Palembang Bekali Siswa Skill hingga Wirausaha
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:21 WIB

SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Berita Terbaru

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Headlines

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:27 WIB