MEMBANGUN karakter sejati tentang bagaimana cara mendidik siswa yang baik, memang membutuhkan kekayaan kreativitas di dalam diri seorang guru.
Mengapa seorang Drs H Zulfikri MPd sangat akrab dan diakrabi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Palembang?
“Gampang. Itu gampang dilakukan. Ada cara terbaik untuk membangun kecintaan siswa ke pada kita,” ujar Kepala SMKN 5 Palembang, Zulfikri ke pada Wideazone.com dan Zoom Post, tersenyum.
Bagaiamana caranya? Nah, itu pertanyaan yang baik. Bagi Zulfkri, tidak terlalu penting bagi siswanya untuk selalu tunduk dan merendahkan diri untuk menghormati gurunya.
“Yang penting, ketika kita ajarkan ilmu pengetahuan di sekolah, mereka cepat menerimana apa yang kita ajarkan. Bahkan apa yang kita ajarkan itu mereka pahami,” ujar Zukfikri, di ruang kerjanya, Kamis (26/12/2019).
Zulfikri, tak berharap agar siswanya selalu tonggat-tunggit untuk menghormati dirinya. Tapi di balik itu mereka mencibir penuh kebencian.
“Kalau bisa jangan seperti itu. Namun baik atau tidaknya menerapkan strategi pengajaran tergantung di diri seorang guru,” tukasnya.
Menurut guru flamboyan ini, selain sudah menguasai teori pengajaran karena seorang guru memang belajar tentang itu, namun bagaimana guru bisa memadukan teori pengajaran dengan unsur seni yang ada di dirinya.
Unsur seni, katanya, ada nuansa indah, kelembutan dan perasaan kemanusiaan yang tinggi. Karena itu ketika mengajar, ketegasan tidak menumbuhkan kekerasan.
“Justru menciptakan ketegasan, kelembutan, kebijaksaan dan perasaan ssyang ke pada anak-anak didik,” ucap Zulfikri yang hobi musik dan selalu bernyanyi di panggung kegiatan kesenian.
Karena itu ketika ada anak-anak didik SMKN 5 Palembang tampil dalam pentas seni, mereka selalu berkoordinasi dengan dirinya.
“Jika sudah bisa menciptakan suasana seperti ini, siswa kita tak hanya pandai mengusai ilmu pengetahuan, tapi juga kreatif dan santun ke pada gurunya,” tukas Zukfikri tersenyum. (*)
Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma



















