banner 2560x598

banner 2560x598

Soal Tol, Waskita Nyatakan Empat Langkah

  • Bagikan
Suasana setelah rapat tertutup soal tol, pihak PT Waskita Sriwijaya Tol dengan komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kamis [13/1/2022].
Suasana setelah rapat tertutup soal tol, pihak PT Waskita Sriwijaya Tol dengan komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kamis [13/1/2022].
banner 468x60


WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Soal kondisi ruas jalan tol belakangan ini terus menuai sorotan berbagai kalangan, lantaran banyaknya lubang dan bergelombang.

Hal itu juga memberikan dampak bagi sejumlah pengendara yang melintas mengalami ban bocor hingga menyebabkan seorang mahasiswi dari Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang, Febi Khairunnisa [21] tewas setelah mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan karena menghindari lubang di ruas tol Palembang-Kayuagung kilometer 362.

Atas peristiwa tersebut, pihak PT Waskita Sriwijaya Tol [WST] selaku pengelola Tol Palembang- Kayu Agung dipanggil Komisi IV DPRD Sumatera Selatan [Sumsel] , Kamis (13/1/2021).

Akhirnya Direktur Teknik dan Pengelola PT Waskita Sriwijaya Tol, Sudirman beserta jajaran , perwakilan Dinas Perhubungan Sumsel memenuhi panggilan DPRD Sumsel tersebut.

Direktur Teknik dan Pengelola PT Waskita Sriwijaya Tol, Sudirman mengaku pihaknya akan melakukan langkah cepat untuk meminimalisir kecelakaan di jalur Tol saat ini.

“Kita akan melakukan perbaikan tentunya,” kata Sudirman usai rapat tertutup dengan komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Kamis [13/1/2022].

Langkah pertama yang akan diambil oleh pengelola jalan tol untuk jangka pendek adalah akan membangun perambuan. Kedua akan mengganti metode aspal khusus yang digunakan dari korea.

“Jadi kita akan sapu lubang yang ada dengan aspal khusus dari Korea, dan kita berharap nanti zero lubang,” jelasnya.

Ketiga pihaknya akan melakukan penanganan dengan semi permanen.

Sedang yang keempat kalau memang dilihat kondisi yang ada pihaknya akan melakukan rekonstruksi.

Sementara, Ketua Komisi IV MF Ridho menyampaikan pemanggilan dilakukan sebagai bentuk respon DPRD terhadap lakalantas yang terjadi di jalan tol.

“Kita prihatin dengan banyaknya lakalantas di jalan tol, dan kita mengundang PT Waskita Sriwijaya Tol, terkait banyaknya kecelakaan di jalan tol,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya tahu bahwasanya ruaa Tol Kayu Agung – Palembang dan sebaliknya merupakan tol investasi. Bukan penugasan dari kementrian atau dari pemerintah pusat.

“Terkait hal tersebut kita minta mereka lakukan konsolidasi internal sampai ke pusat, untuk mengambil langkah-langkah, dan dilaporkan dalam beberapa hari terakhir dari pusat dan kementrian turun untuk mengecek langsung jalan tol dan mengambil langkah-langkah,” ujarnya.

Komisi IV berharap perbaikan yang dilakukan adalah perbaikan berkualitas, dan juga harus menghitung kendaraan yang maksimum tonase sering lewat.

“Katanya banyak kendaraan odol [Over dimensi dan over loading], kita minta daya dukung minimal 8 ton ke atas,” katanya.

Dia juga berharap perbaikan meningkatkan konstruksi daya dukung jalan.

“Sehingga selesai konstruksi tidak ada lagi perbaikan tambal sulam sepanjang masa. Karena ini tidak mencerminkan jalan bebas hambatan, kita tidak ingin jalan tol mengakibatkan banyaknya korban kecelakaan,” katanya. [ab/ny]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *