Presidensi G20 RI Diharap Lahirkan Solusi Konflik Rusia-Ukraina

- Jurnalis

Jumat, 22 April 2022 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral [FMCBG] G20 ke-2 berharap Presidensi G20 Indonesia melahirkan solusi atas konflik antara Rusia dan Ukraina. 

“Anggota meminta agar situasi geopolitik saat ini terutama terkait perang di Ukraina harus ditangani,” jelasnya dalam konferensi pers FMCBG G20 Ke-2 seperti dikutip dari Antara, Kamis [21/4/22].

Pasalnya, perkembangan lingkungan global memburuk dan berubah sangat cepat akibat pandemi yang belum berakhir ditambah dengan perang antara Rusia dan Ukraina. Dampak perang Rusia dan Ukraina masih sangat dinamis termasuk pada harga energi, pangan dan pupuk yang tengah melonjak.

Baca Juga:  Menaker: BPJS Ketenagakerjaan Harus Cegah Kecelakaan Kerja, Bukan Sekadar Klaim

Sebagai Presidensi G20, Indonesia akan terus berkomunikasi dan berkonsultasi secara intensif dengan seluruh anggota G20. “Karena tata kelola G20 sebenarnya didasarkan pada konsultasi sekaligus kerja sama,” tegas Menteri Keuangan.

Indonesia terus berdiskusi dengan seluruh negara anggota untuk menemukan jalan keluar dari berbagai risiko ekonomi global yang tidak hanya datang dari perang di Ukraina melainkan juga belum selesainya pandemi. Strategi diperlukan mengingat sejumlah negara mengalami ancaman lonjakan inflasi serta kenaikan harga energi dan pangan yang akan semakin menciptakan situasi menantang bagi para pembuat kebijakan.

Baca Juga:  IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

Tak hanya untuk mengatasi dampak perang di Ukraina, Sri Mulyani mengatakan tindakan kolektif dan terkoordinasi juga dilakukan untuk mengendalikan pandemi yang tetap menjadi prioritas bagi G20. Anggota G20 sendiri mencatat peningkatan kasus covid-19 di beberapa wilayah membebani pertumbuhan, memperpanjang gangguan pasokan, memperburuk tekanan inflasi dan menghambat pemulihan global dari pandemi. [JFA]

Berita Terkait

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta
Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI
IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026
Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang
Wamenaker Bahas Kerja Sosial dan Pelatihan Kerja dengan Kejati Sumut
Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging
Kemnaker Beri Cara Ampuh bagi Pencaker Cepat Dapat Kerja

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:45 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Rabu, 15 April 2026 - 18:24 WIB

Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Rabu, 1 April 2026 - 17:58 WIB

Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:57 WIB

IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:15 WIB

Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang

Berita Terbaru

Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju Calon Gubernur Sumsel

Figur Pekan Ini

Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju Calon Gubernur Sumsel

Sabtu, 18 Apr 2026 - 05:43 WIB

DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan atau PKB Sumsel menyatakan kesiapan Musyawarah Cabang [Muscab] di seluruh kabupaten/kota, dijadwalkan pada 18 April 2026.

Headlines

Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:13 WIB