Perry, menambahkan, Indonesia juga berencana untuk menerbitkan digital rupiah. Keempat, pembiayaan berkelanjutan atau sustainable finance. “Ini adalah bagaimana bank sentral bisa mendukung ekonomi yang lebih hijau dan tentu saja sektor riil yang lebih hijau,” tutur Gubernur BI.
Perry menambahkan, sektor keuangan pun dapat mendukung berbagai inisiatif, seperti memperluas dan menerbitkan instrumen-instrumen keuangan yang bisa membantu pembiayaan ekonomi hijau dari sektor keuangan. “Dan tentu saja memerlukan dukungan kebijakan-kebijakan bank sentral, baik secara makro/makroprudensial maupun mikro/mikroprudensial untuk mendukung pembiayaan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Terakhir, inklusi ekonomi dan keuangan serta pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dari sisi bank sentral, dukungan-dukungan akan diberikan melalui sistem pembayaran digital, kebijakan-kebijakan moneter maupun makroprudensial yang mendukung UMKM, dan literasi keuangan kepada para pelaku UMKM.
Keterangan pers bersama dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FID/UN/Setkab)



















