PLTS Jakabaring di Antara Nilai Ekonomi dan Ekologi

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2024 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panel Solar PLTS Jakabaring Palembang [Foto WIDEAZONE/AbV]

Panel Solar PLTS Jakabaring Palembang [Foto WIDEAZONE/AbV]

DENGAN luas 2,5 hektare di Jakabaring Sport Center [JSC] Palembang, Pembangkit Listrik Tenaga Surya [PLTS] beroperasi menghasilkan energi bersih, ramah lingkungan tanpa limbah dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Tentunya, PLTS ini di bawah pengelolaan PT Sumsel Energi Gemilang [SEG] sebagai badan usaha milik daerah [BUMD] yang beegerak di bidang pertambangan dan energi milik Pemerintah Provinsi [Pemprov] Sumsel.

Manajer Operasi PT SEG, Ali Kartili mengatakan sebelumnya pada 31 Agustus 2015, Pemprov Sumsel menggandeng Sharp Corporation Japan melangsungkan penandatangana nota kesepahaman [MoU] tentang Pengembangan Energi Terbarukan di bumi Sriwijaya.

“Proyek ini, berkonsep ‘Green Sport City’ dirancang Pemprov Sumsel pada perhelatan Asian Games 2018 dan menjadi Show Case Pembangkit Tenaga Surya perfama [On Grid] bagi sistem PLN. PLTS 2MW Jakabaring mampu menyumbangkan pengurangan emisi has karbondioksida sebesar 1,303 ton Co2 per tahun,” ungkapnya di hadapan para awak media gathering PLN UID S2JB, Rabu 11 Desember 2024.

Ali Kartili menjelaskan, dari perspektif perekonomian, kelayakan proyek PLTS Jakabaring dibangun pada prasyarat kondisi bahwa Kementerian Lingkungan Hidup Pemerintah Jepang akan menyediakan kredit karbon senilai 50 persen dari biaya engineering, procurement dan constriction [EPC] di bawah mekanisme Joint Credit Mechanism [JCM]. “Di mana akan meningkatkan keekonomian dari proyek PLTS,” ujarnya.

Bergerak di sektor tambang dan energi, kata dia, PT SEG bertugas sebagai pemilik dan pelaksana proyek, mulai dari engineering, procurement hingga construction, termasuk pengoperasian dan pemeliharaan.

Sedangkan, Sharp Corporation bertugas mengajukan proposal dan mendapatkan JCM dari Kementerian Ljngkungan Hidup Pemerintah Jepang. “Membuat engineering desain, mensuplai peralatan DC, memberikan bantuan teknis dan monitoring pelaksanaan,” urainya.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Pembangunan PLTS Telan Rp28 Miliar

Dijelaskan Ali Kartili, dalam kerjasama dengan Sharp Corporation, pembangunan PLTS Jakabaring menelan modal awal di angka Rp28 miliar.

“Kontrak kerjasama antara PT SEG melalui Pemprov Sumsel dengan Sharp Corporation selama 17 tahun, sementara perjalanan PLTS baru enam tahun,” sebutnya.

Menurutnya, satu panel solar menghasilkan listrik sebesar tiga DC [direct current/arus listrik searah], setelah terkumpul, secara kumulatif akan disalurkan ke inverter lalu diolah masuk ke trafo,.mengubah DC menjadi AC [alternating current/arus listrik berubah arah secara periodik. “Dari proses keseluruhan akan berubah menjadi arus listrik dan dialiri mengarah ke gardu induk hingga menuju sistem PLN,” paparnya.

Rp889/kWh, belum BEP

Secara ekonomis PLTS ini, ungkap Ali Kartili tidak bagus namun dari sektor ekologi sangat baik dan diperlukan. Arus listrik yang dihasilkan dengan nominal Rp889 per kWh, jadi dari total listrik 2 juta mega watt dijumlahkan dengan nilai per kWh menjadi Rp130 juta per bulan.

“Hasil penjulan dengan PLN senilai Rp130 juta/bulan,” urainya.

“Selama beroperasinya PLTS hingga saat ini belum break event point [BEP]. Sangat jauh, sebab baru berjalan 6 tahun,” tambah dia.

PLTS: BUMD Milik Pemprov Sumsel

Terkait hasil dari PT SEG, tentunya kata Ali Kartili tidak bagi hasil namun setor deviden ke Pemprov Sumsel. “Hasil tersebut tergantung Pemprov bukan kita yang menentukan,” kilahnya.

Dalam kaitan progres pembangunan PLTS ke depan, lanjut dia, ada rencana pengembangan akan tenaga surya ini. Kita masih melakukan persiapan-persiapan untuk tindak lanjut.

Operasi PLTS dengan Kebaikan Alam

Disebutkannya, bahwa PLTS beroperasi tergantung dengan kebaikan alam [matahari hingga cuaca]. Bila cuaca bagus pastinya dapat menghasilkan energi listrik sebaliknya jika mendung hasilnya tidak bagus.

Baca Juga:  Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas

“PLTS mendapatkan hasil tertinggi 180 MWH perbulannya, dan terendahnya 100 MWH. Terendah itu biasanya terjadi pada Februari, puncaknya hujan serta hanya 28 hari, untuk puncak tertinggi di bulan Juli hingga Agustus karena musim kemarau,” ujarnya.

Operasional PLTS terbatas, hanya pagi hingga petang, bila malam tidak beroperasi.

Target 25% Bauran Energi PLN di 2025

Sementara, Manager Komunikasi PT PLN [Persero] UID S2JB, Iwan Arissetyadhi mengatakan tentunya baik PT SEG dan pihaknya sepakat perlunya energi bersih, sebab sangat bagus bagi lingkungan.

“Kita mendapatkan listrik tapi tidak ada limbahnya,” imbuhnya.

Kita berharap [PLN], juga Pemerintah ke depannya energi bersih ini dapat meningkat hingga memberikan target untuk bauran energi. “Untuk target di tahun 2025 di 25 persen dan di Sumsel angkanya sudah bagus karena sudah di atas 30 persen,” ujarnya.

Untuk membangun energi bersih, sebut Iwan, biayanya cukup tinggi, cost-nya sangat lumayan tinggi [investasinya tinggi], sebab peralatan yang digunakan masih terlampau mahal.

Disebutkan, mengapa Cina dapat melaksanakan itu semua, karena asal perlaatan dari mereka sendiri. Tapi, energi bersih ini akan selalu dikembangkan, oleh ssbab itu pemerintah telah membatasi penggunaan energi fosil dan dilakukan secara bertahap.

Perlu dipahami bersama, jelas Iwan, bahwa EBT [energi baru terbarukan] PLTS ini tidak dapat beroperasi selama 24 jam karena terbatas, malam hari off ! “Jadi EBT pun yang digunakan terbatas,” tukasnya.

Laporan/Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat
Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI
Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81
Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81
Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas
Hanura Pasang Strategi Baru: Survei Dapil Jadi Senjata Rebut Kursi DPR 2029
Wadan Satgas Cek Langsung Gladi Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang
Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Bidar Guncang Musi, Ribuan Warga Tumpah Meski Panas Menyengat

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Bidar Kembali Berpacu di Sungai Musi, 7 Ulu Jadi Pusat Festival HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Detik-Detik Merah Putih Berkibar di OKU Timur, Lanosin Pimpin Upacara HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Langkah Tegap Dina Nazwa Akila, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gerak Jalan di Jalur Truk, Keselamatan Anak Dipertaruhkan: Lomba Meriah, Orang Tua Cemas

Berita Terbaru