Perseteruan Politik di Kandang Banteng Jelang Pilpres 2024

- Jurnalis

Kamis, 21 Oktober 2021 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PDI Perjuangan

PDI Perjuangan

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Perseteruan kedua tokoh Politik antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo jelang pemilihan Presiden [Pilpres] 2024 semakin memuncak.

Lantaran dipicu dari sikap relawan kedua tokoh politik yang telah memproklamirkan dan mendeklarasikan diri untuk memberikan dukungan guna mendongkrak elektabilitas kedua Calon Presiden jelang kontestasi demokrasi.

Namun hal itu dipandang berbeda oleh Pengamat Sosial dan Politik, Bagindo Togar, menurutnya deklarasi deklarasi gak penting dalam kondisi saat ini, kenapa saya katakan seperti itu? Seolah kita hidup pada dua dunia berbeda pertama sosial dan kedua, dunia politik.

“Padahal kedua dunia itu harusnya menyatu, dengan situasi pandemi ini. Kita baru saja sedang berusaha memasuki fase melandainya pandemi belum tentu sepenuhnya aman! tapi ujuk ujuk orang lebih mementingkan ke urusan politik politik kelompok dari pada urusan kita bersama, di sinlah kita terkadang skeptis, miris kemudian prihatin melihat kelompok kelompok orang yang berada di domain politik tidak ada kepekaan terhadap kondisi saat ini,” ungkap Bagindo saat memberikan pendapatnya melalui sambungan elektronik, Kamis [21/10].

Siapa peduli yang seperti itu, orang lebih menjaga pada situasi saat ini, kita masih berusaha tumbuh dan bangkit kembali dari pemulihan aspek ekonomi.

Kedua, ketika ada orang memulai, memperpanjang dan mempertegas terhadap sekelompok fansnya, para pendukungnya baik itu dari Capres Puan maupun Ganjar, di sisi lain ini sama saja mereka [kedua calon] mempertegas, memperbesar terhadap hatters [tidak mendukung] mereka.

Baca Juga:  Hari Pendidikan Nasional: Negara Jangan Lari dari Kewajiban

Dari sikap kedua kubu ini, bahwa mereka ini dalam satu kelompok yang sama, tapi kedua belah pihak membuat perbedaan di antara mereka terkesan ada kepongahan di sini. Silakan antar kelompok mendukung calonnya sendiri tapi mengapa yang ditonjolkan kepongahan terhadap publik terkait perseteruan dalam satu kelompok ini.

Dalam undang undang realitasnya setiap orang berhak dipilih dan memilih, silakan mereka mendeklair mendukung Puan atau pun Ganjar, kalau pun nantinya yang berpeluang adalah Puan lebih didukung secara kepartaian ketimbang Ganjar, itu soal lain.

Kalau pun nantinya setelah banyaknya deklarasi terhadap Puan belum dapat mendongkrak elektabilitas dan juga ketika hal serupa juga terjadi terhadap Ganjar maka belum tentu petinggi partai akan mati matian memberikan dukungan. Namun akan terdapat sudut evaluasi dan kajian terhadap hal yang akan menjadi alasan dari satu keputusan untuk diambil.

“Pada kontestasi dan frame politik semua pihak pastinya menargetkan untuk menguasai kekuasaan, namun pihak PDI-P tidak akan gegabah memberikan suatu pandangan terkait itu, sebagai pimpinan tertinggi, kita yakin Ibu Megawati merupakan politisi senior tidak akan ceroboh mengambil sikap,” ujar Bagindo.

Dalam hal kontestasi demokrasi tidak ada Capres yang independen namun harus menuai dukungan dari berbagai pihak. Kedua calon berhak untuk maju sebagai Capres pada Pilpres 2024.

Relawan Wong Kito Nyatakan Dukungan

Sebelumnya, gaung deklarasi Relawan Wong Kito menyatakan dukungan untuk mengusung Puan Maharani maju sebagai Capres di gelanggang kontestasi Pilpres 2024.

Baca Juga:  Kompetisi DANCOW Indonesia Cerdas Perdana Hadir di Palembang, SD Patra Mandiri 2 Maju Babak Final

“Deklarasi Relawan Wong Kito menyatakan sikap untuk mendukung Ibu Puan Maharani maju sebagai calon Presiden 2024,” ungkap Joni Iskandar SEi ME selaku Koordinator Pusat Relawan Wong Kito usai mendeklarasikan sikap dan dukungan untuk Capres Puan Maharani di Novotel Palembang, Rabu [20/10].

Oleh sebab itu, kami dari representatif pemuda pemudi di 17 Kota/Kabupaten menghimpun diri bersepakat mendukung beliau [Puan Maharani] untuk maju sebagai Capres di 2024.

Pasca deklarasi, tegas Joni, kita roadshow ke 17 daerah [Kota/Kabupaten] Sumsel untuk melakukan agenda serupa. Setelah terbentuk maka, kami akan bergerak ke luar Sumsel guna menghimpun rekan rekan yang tengah berada di beberapa Provinsi di Indonesia seperti Jakarta, Jogja, Malang, Surabaya hingga ke daerah lainnya namun fokus kita terlebih dulu adalah wilayah Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] meliputi Jambi, Bengkulu, Kepulauan Babel dan Lampung.

Terkait gerakan kawan kawan di Jawa Tengah, Joni menuturkan kita tidak terlalu peduli, sebab basisnya kan Sumsel.

Ia menekankan kembali ikatan primordial, historis dan ikatan batin memantapkan kami untuk mendukung ibu Puan Maharani sebagai Capres 2024. “Wong Kito bergerak dari kita untuk kita sendiri,” tegasnya seraya ucapkan keta Merdeka!!

Ibu Puan Maharani, tegas Joni sangat pantas menjadi Capres dengan kapasitas dan integritasnya serta pengalaman beliau di Legislatif, Eksekutif hingga pergaulan beliau di dunia Internasional.

Laporan Abror Vandozer

Berita Terkait

ASAS SMK Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh
Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
SPH Lain Terbit di Lahan 15.000 Meter Persegi Milik Indrawansyah, Kades Ulak Pandan Lahat Digugat ke PTUN Palembang
Kejari OKU Timur Geledah Kantor KPU, 243 Barang Disita

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMK Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:11 WIB

SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:15 WIB

Gaya Bicara Prima Salam Viral di Medsos, ini Ujar Ratu Dewa, Panglima RDPS: PS Jalani Pemeriksaan DSA

Berita Terbaru

Polres OKU Timur menggelar Sidang Isbat Nikah Massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Polres OKU Timur. Nikah massal ini diikuti sebanyak 80 pasangan 

Headlines

Sidang Isbat Massal Polres OKU Timur Diikuti 80 Pasangan

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:02 WIB