Perlu Kebijakan Dukung KBLBB, Luhut Yakin Indonesia Dapat Berkompetisi

- Jurnalis

Selasa, 7 Maret 2023 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers terkait Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai [KBLBB] yang digelar pada Senin [6/3/2023] [Foto: Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI]

Konferensi pers terkait Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai [KBLBB] yang digelar pada Senin [6/3/2023] [Foto: Biro Komunikasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI]

WIDEAZONE.com, JAKARTA | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi [Menko Marves] Luhut B Pandjaitan menyebutkan bahwa Pemerintah berperan penting dalam mendorong suatu industri, dan untuk mengejar adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai [KBLBB] di Indonesia, maka perlu menerapkan kebijakan yang pro terhadap program ini.

Regulasi tersebut didesain berupa skema bantuan pemerintah yang diharapkan dapat menstimulasi pasar kendaraan listrik.

Dikutip dari laman Maritim, Selasa [7/3/2023], memang saat ini sudah diterbitkan Peraturan Presiden [Perpres] 55/2019 tentang Percepatan Program KBLBB, namun kebijakan tersebut belum cukup untuk menggenjot produksi dan penjualan KBLBB di Indonesia.

Bukan tanpa alasan, ungkap Menko Luhut, penggunaan KBLBB akan mendorong keberlanjutan alam dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan sumber daya Indonesia yang kaya akan bahan baku critical minerals untuk KBLBB. 

“Saat ini kita sedang bangun industri baterai, tentunya akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru dan menaikkan pendapatan negara kita,” tuturnya. 

Saat ini, pemerintah tengah merancang skema bantuan pemerintah untuk KBLBB. Dipaparkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, nantinya bantuan pemerintah adalah sejumlah tujuh juta rupiah per unit untuk pembelian 200 ribu unit kendaraan sepeda motor listrik baru dan 7 juta rupiah per unit untuk konversi 50 ribu sepeda motor konvensional berbahan bakar fosil ke listrik di tahun 2023. 

Baca Juga:  Benda Misterius Melintas di Langit Jatuh di Lampung, BRIN Beri Penjelasan

Bantuan pemerintah ini diutamakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah [UMKM], termasuk pelanggan listrik 450-900 VA, agar mendorong produktivitas dan efisiensi mereka. Skemanya dan panduan umum tersebut sedang disiapkan oleh Kemenperin selaku Kuasa Pengguna Anggaran [KPA], salah satu syaratnya Nomor Induk Kependudukan tidak dapat dua kali memperoleh bantuan pemerintah.

Dalam paparannya, Menko Luhut pun mengambil contoh dari kondisi Norwegia yang saat ini menjadi world’s top-selling electric vehicle market per capita dan pengalaman negara-negara lain yang mendorong adopsi KBLBB dengan berbagai bantuan pemerintah. Terlebih dengan tantangan bahwa masih terdapat perbedaan harga yang signifikan antara kendaraan listrik yang ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional.

“Kalau kita lihat secara holistik, negara kita ini bisa bersaing. Kita punya semua, dari hulu ke hilir kita ada. Sumber dayanya melimpah, pasarnya luas, dan anak bangsa kaya inovasi,” sebut Menko Marves optimis. 

Baca Juga:  Benda Misterius Melintas di Langit Jatuh di Lampung, BRIN Beri Penjelasan

Ia pun yakin Indonesia dapat berkompetisi dengan negara lain dalam hal KBLBB. 

Disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Masyarakat [Sekjen KESDM] Rida Mulyana bahwa dengan KBLBB, pengguna akan mampu menghemat 2,77 juta rupiah per tahun, pemerintah menghemat 32,7 miliar rupiah per tahun, penurunan 0,03 juta ton efek gas rumah kaca, dan peningkatan lapangan kerja, meskipun akan ada peningkatan konsumsi listrik sebanyak 15,2 GWh per tahun.

“Harapannya, kita bisa meningkatkan adopsi KBLBB secara massal dan menjadikan negara-negara di dunia untuk berinvestasi di industri KBLBB kita,” ucapnya. 

Jika program bantuan pemerintah ini, sambung Menko Luhut, berjalan dengan lancar dan adopsi massal tercapai, industri dalam negeri KBLBB terbentuk dan harga KBLBB akan lebih terjangkau di masa mendatang.

Pemerintah Indonesia akan menerapkan bantuan pemerintah untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai [KBLBB] pada 20 Maret 2023. 

Hal ini dilakukan sebagai langkah awal untuk meningkatkan keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik yang lebih luas, serta memacu perkembangan industri otomotif energi baru.

Berita Terkait

Benda Misterius Melintas di Langit Jatuh di Lampung, BRIN Beri Penjelasan
Wagub Cik Ujang Lepas Mudik Gratis Pemprov Sumsel Lebaran 1447 Hijriah
HDCI Mengaspal Sahur: Tebar 5 Ton Beras
Lintas Komunitas, Satu Rasa: Herman Deru Apresiasi Aksi Sosial 50 Anak Yatim di Liberica Cafe
ADO Sumsel Nilai Polri di Bawah Presiden Penting untuk Stabilitas Keamanan
KRI dr Soeharso-990 Tiba di Palembang
Polda Sumsel Dorong Modernisasi Penyidikan dengan Teknologi Canggih
Wujudkan Visi-Misi, Ratu Dewa Launching 50 Titik Layanan Wifi Gratis

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 13:02 WIB

Benda Misterius Melintas di Langit Jatuh di Lampung, BRIN Beri Penjelasan

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:45 WIB

Wagub Cik Ujang Lepas Mudik Gratis Pemprov Sumsel Lebaran 1447 Hijriah

Senin, 16 Maret 2026 - 13:58 WIB

HDCI Mengaspal Sahur: Tebar 5 Ton Beras

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:30 WIB

Lintas Komunitas, Satu Rasa: Herman Deru Apresiasi Aksi Sosial 50 Anak Yatim di Liberica Cafe

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:33 WIB

ADO Sumsel Nilai Polri di Bawah Presiden Penting untuk Stabilitas Keamanan

Berita Terbaru

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB