Koordinator Aksi, Y dalam orasinya mengatakan, kami merasa kecewa atas putusan yang telah dikeluarkan, kami inginkan keadilan. Menurut kami putusan ini sangat menciderai hati masyarakat. “Hari ini, kami memang hanya berjumlah dua orang, akan tetapi kami akan datang lagi dengan masa yang lebih besar, mungkin sampai ribuan dan bahkan mungkin sampai puluhan ribu untuk mengepung kantor KPU dan kantor Bawaslu Ogan Ilir,” ungkapnya di hadapan aparat petugas yang mengamankan aksi unjukrasa itu.
Yang kami sesalkan, KPU dan Bawaslu mendiskualifikasi hanya karena tentang persoalan administrasi.
Aksi dua orang simpatisan Ilyas-Endang dikawal ratusan petugas terdiri dari Kepolisian, TNI dan Satuan Pol PP.
Uniknya dalam aksi tersebut, Komisioner KPU dan Bawaslu OI mendapatkan hadiah Tikus Putih dari Simpatisan Ilyas-Endang sebagai simbol protes mereka terhadap penyelenggara pemilu di bumi Caram Seguguk.
Pada kesempatan itu, mereka juga menyerahkan Al Quran kepada Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi.
Mengenai diberi hadiah beberapa Tikus Putih dari dua orang simpatisan, Kami menganggapnya itu hal biasa. “Kami hargai apresiasi mereka,” ujarnya.
Ada pun tuntutan mereka agar kekayaan dan rekening KPU kami diperiksa dan diaudit. “Kami siap, jika perlu rekening korannya kami berikan,” tuturnya.
Laporan Rosita Dewi




![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-225x129.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-225x129.jpg)



![World Press Freedom Day 2026 [Foto: Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260503-WA0011_copy_1920x1080-129x85.jpg)

![Kantor Dishub Kota Palembang. [Foto: Abror Vandozer-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/01/20251105_090033_copy_1829x918-129x85.jpg)






