WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Berdasarkan data APBN tahun 2019 yang dipaparkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumsel dan Kep. Babel Imam Arifin, Selasa (12/3/2019), dari Pendapatan Negara yang dianggarkan sebesar Rp 2.165,1 triliun, lebih dari 80%nya atau Rp 1.786,4 triliun berasal dari pajak. Penerimaan Negara tersebut digunakan untuk melaksanakan pembangunan di seluruh daerah melalui dana perimbangan, dana transfer umum, dana transfer khusus dan dana desa.
Untuk menjamin kelancaran pembangunan di daerah Sumatera Selatan, Imam berharap dukungan dari pimpinan daerah dan masyarakat. Salah satunya dengan pembayaran dan pelaporan pajak yang benar dan tepat waktu.
Dukungan pemerintah daerah lainnya adalah dengan sinergi pelaksanaan program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP), di mana setiap pemohon ijin melalui Pemerintah Daerah, haruslah telah melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Imam berharap masyarakat atau pengusaha tidak hanya menikmati hasil pembangunan dan mendapatkan fasilitas melakukan usaha di Sumatera Selatan, tetapi juga mau berkontribusi dan berbagi biaya untuk melaksanakan pembangunan.
Berdasarkan data APBN tahun 2019 yang dipaparkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Pajak Sumsel dan Kep. Babel Imam Arifin, dari Pendapatan Negara yang dianggarkan sebesar Rp 2.165,1 triliun, lebih dari 80%nya atau Rp 1.786,4 triliun berasal dari pajak.
Penerimaan Negara tersebut digunakan untuk melaksanakan pembangunan di seluruh daerah melalui dana perimbangan, dana transfer umum, dana transfer khusus dan dana desa.
Untuk menjamin kelancaran pembangunan di daerah Sumatera Selatan, Imam berharap dukungan dari pimpinan daerah dan masyarakat. Salah satunya dengan pembayaran dan pelaporan pajak yang benar dan tepat waktu.
Dukungan pemerintah daerah lainnya adalah dengan sinergi pelaksanaan program Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP), di mana setiap pemohon ijin melalui Pemerintah Daerah, haruslah telah melaksanakan kewajiban perpajakannya. Imam berharap masyarakat atau pengusaha tidak hanya menikmati hasil pembangunan dan mendapatkan fasilitas melakukan usaha di Sumatera Selatan, tetapi juga mau berkontribusi dan berbagi biaya untuk melaksanakan pembangunan.



















