SIKAP dan cara berpikir Muhammad Aminuddin SH terkait adanya seorang yang tewas karena virus corona, sangat ditentang praktisi hukum Sumatera Selatan itu. Mengapa?
Dalam wawancara dengan media ini, Aminuddin yang lebih dikenal sebagai Amin Tras itu, mengatakan manusia mati karena ajal.
“Kalau ada yang mengatakan ada manusia mati karena penyakit, itu tidak benar,” kata Amin Tras dalam wawancara terbuka di ruang kerjanya, Minggu (22/8/2021).
Menurut Amin, tiap manusia, apabila sudah tibanya ajalnya, ia akan mati. Jadi, katanya, tdak benar apabila ada orang mati karena penyakit. “Sedangkan secara medis, tiap penyakit, tentu ada obatnya,” ujar Amin.
Karena itu ia berharap agar masyarakat memahami nilai pemahaman kedua kutub yang sangat bertolak belakang dengan rumusan hukum.
Karena itu Amin menolak adanya pemahaman masyarakat tentang perlawanan terhadap virus corona. “Kita tidak mampu menghindar dari kehadiran COVID-19. Apalagi melawan eksistensinya yang sulit ditangkap penglihatan mata kita,” katanya.
Maka sejak dua tahun lalu ia “menolak” perlawanan terhadap COVID-19 yang sudah menyebar ke seantero belahan dunia. Makanya, kata Amin, untuk menghindari pemaparan virus corona, tiap orang harus meningkatkan imun fisiknya.
“Tak ada upaya yang lebih efektif selain meningkatkan kadar imun di dalam tubuh kita. Sebab hanya imunitas fisik manusia yang dapat menghindari kita dari virus corona,” ujar Amin.
Menurut Amin, sejak awal kemunculan virus corona dari Wuhan China, indikasinya biasa-biasa saja. Namun di tahun kedua, virus ini semakin menggila. Karena itu Amin mencoba menyikapinya dengan sikap cerdas.
“Virus yang sulit dilacak dengan tatapan mata ini, harus disikapi dengan kekebalan tubuh manusia. Artinya, kita harus mencoba meningkatkan imunitas,” katanya.
Terkait dengan masalah itulah Amin mencoba mengungkap idenya untuk tidak mengajak “perang”, tapi mencoba bersikap sebaliknya.
“Menghadapi kehadiran corona itu biasa saja. Karena semua itu adalah ketentuan Allah. Jadi hadapi seperti biasa. Kuncinya, kuatkan iman dan imun kita,” katanya.
Karena itu Amin mencoba mengabadikan keberadaan kasusnya merupakan persoalan biasa. Sebab kehadiran COVID-19 itu akan memberi rahmat dan kreativitas manusia. “Itu saya tulis dalam tiga puisi bertajuk “Jangan Tantang Aku, Sayangi Aku, dan Corona Allah,” ujar Amin Tras, tersenyum. (*)
Laporan Anto Narasoma





![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-225x129.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)



![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-129x85.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
