“Jadi, sejak Putin menjabat pada 22 tahun lalu, sangat sedikit, yang terjadi kepada ekonomi. Dan saya merasa terkejut seorang Marxis terlatih seperti Putin tidak menyadari bahwa faktor material adalah esensinya,” lanjutnya.
Namun, Neumann menuturkan masih sulit memprediksi kapan rezim itu bakal hancur, pun apa yang terjadi setelah kehancuran itu.
“Rezimnya telah melakukan pekerjaan yang teliti untuk mengusir pemikiran dan pekerja liberal yang terorganisasi di Rusia. Buruk untuk negara, baik untuk rezim Putin,” tutur Neumann, dikutip dari Newsweek.
Putin sendiri meluncurkan invasi ke Ukraina sejak Februari lalu. Setelah sempat gagal menguasai ibu kota Ukraina, Kyiv, Rusia mengubah strategi dan berfokus pada ‘pembebasan’ wilayah Donbas.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















