banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

“Objek Vital PDAM” Tarech: Bahaya, Jika Dibubuhi Racun

  • Bagikan
Kawasan vital tempat pendistribusian dan pemurnian air bersih PDAM Tirta Musi
Kawasan vital tempat pendistribusian dan pemurnian air bersih PDAM Tirta Musi
banner 468x60

WAJAR bagi masyarakat tidak diperkenankan untuk masuk ke kawasan vital di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum [PDAM] Tirta Musi Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG| Pemerhati masalah sosial politik dan kemasyarakatan, Dr Tarech Rasyid MSi, mengatakan lokasi vital memang harus terjaga.

“Kawasan vital tempat pendistribusian dan pemurnian air bersih memang harus terjaga rapi. Jadi wajar apabila petugas jaga menolak kehadiran orang yang secara dadakan masuk ke kawasan itu,” ujar Tarech ke pada wartawan media ini, Senin [11/10/2021].

Peralatan pemurnian air minum PDAM Tirta Musi
Peralatan pemurnian air minum PDAM Tirta Musi

Lokasi pemurnian air minum, katanya, merupakan ruang steril yang dijaga ketat oleh skuriti, aparat krpolisian dan sesuai dengan yang terbuang dalam Keputusan Presiden [Kepres] nomor 63 tahun 2004 tentang Objek Vital.

“Meski demikian, saya yakin pemimpin PDAM Tirta Musi akan memberi ruang apabila ada yang datang dengan kepentingan khusus. Misalnya ada mahasiswa yang membutuhkan data terkait pelajaran mereka. Tapi sebelumnya harus ada kebijakan terlebih dahulu dari pucuk pimpinan PDAM Tirta Musi,” katanya.

Menurut Tarech, lokasi vital merupakan kawasan dan ruang usaha yang harus direlokasi dari masyarakat dengan cara ketat. Apakah salah?

“Kalau ada yang datang dan kemudian ditolak dari kawasan itu, maka itu hal yang wajar. Jika mereka wartawan, tentu tahu sejumlah aturan yang ditetapkan,” tegasnya.

Makanya, kata Tarech, sebelum masuk ke kawasan itu, harusnya mereka melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan manajemen PDAM Tirta Musi. Dari kesepakatan kedua pihak, mereka baru boleh masuk ke kawasan itu. “Tapi orang-orang itu harus didampingi petugas inti,” katanya.

Jika nasib buruk dan ada yang melakukan sabotase, kata Tarech, misalnya membubuhi racun ke dalam air mimum, dampaknya sangat berbahaya. “Jadi wajar jika mereka ditolak masuk ke kawasan itu,” ungkapnya. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *