Presiden Trump, dengan mengenakan tarif impor Tiongkok, menciptakan peluang untuk meningkatkan hubungan ekonomi Amerika dengan Cina. Ini adalah kesempatan yang mungkin tidak akan datang lagi. Ekonomi Amerika kuat, sementara ekonomi Tiongkok goyah. Cina masih membutuhkan teknologi Amerika. Dan meskipun Trump tidak menyukai multilateralisme, banyak dari seluruh dunia berbagi kekhawatirannya tentang kebijakan ekonomi dan praktik perdagangan China.
Keputusannya untuk melakukannya sendiri, daripada membuat alasan bersama dengan sekutu yang sudah lama, tidak disarankan, dan perang dagangnya yang buruk telah menyebabkan banyak penderitaan bagi banyak orang Amerika. Petani dan eksportir Amerika lainnya kehilangan akses ke pasar yang penting; konsumen membayar harga yang lebih tinggi untuk berbagai macam barang.
Tetapi Presiden Trump benar untuk berargumen bahwa China telah terlibat dalam persaingan tidak sehat. Pertanyaannya adalah apakah dia bisa memenangkan konsesi yang signifikan.
Ukuran yang tepat dari setiap kesepakatan adalah apakah itu mencapai tujuan yang dinyatakan Trump dalam memulai perang dagang ini membujuk Cina untuk menghentikan penggunaan subsidi negara, peraturan, dan berbagai jenis gangguan informal yang membatasi kemampuan perusahaan-perusahaan Amerika untuk menjual barang dan jasa di Cina, dan membantu perusahaan Cina menjual barang di Amerika Serikat.
Di kutip dari nytimes.com, bagian dari produk domestik bruto China, impor produk manufaktur Amerika telah turun lebih dari setengah sejak tahun 2000, menurut perhitungan oleh Brad Setser dari Council on Foreign Relations. Salah satu alasannya adalah bahwa China secara agresif mensubsidi pembuatan alternatif buatan sendiri. Untuk mengambil contoh penting, perusahaan milik pemerintah, Commercial Aircraft Corporation of China, sedang mengembangkan jet penumpang satu lorong, C919. Pesawat ini dimaksudkan untuk mengurangi pengeluaran Cina untuk Boeing 737 – dan untuk menciptakan saingan baru bagi Boeing di pasar global.
Kelemahan penegakan hukum lingkungan dan tenaga kerja Tiongkok juga merupakan subsidi yang signifikan untuk manufaktur Cina, dan dorongan untuk merelokasi pekerjaan Amerika ke Cina.
Robert Lighthizer, negosiator perdagangan utama Trump, telah mengatakan pemerintah mengharapkan untuk membuat kemajuan dalam masalah ini. Tetapi Amerika Serikat telah memfokuskan tuntutannya pada membuatnya lebih mudah bagi perusahaan-perusahaan Amerika untuk beroperasi di Cina, termasuk perlindungan untuk kekayaan intelektual dan lebih banyak kelonggaran bagi perusahaan keuangan asing. China telah mempercepat pekerjaan pada hukum investasi asing yang akan mengkodifikasikan beberapa perubahan itu, termasuk larangan praktik mengharuskan perusahaan asing untuk berbagi teknologi hak milik dengan Cina.
Ekspansi perusahaan Amerika di Tiongkok akan menguntungkan pemegang saham dan eksekutif. Tapi itu tidak akan menciptakan lapangan kerja pabrik untuk pekerja Amerika, tujuan Trump menyatakan.
Terlebih lagi, setiap janji yang diperoleh administrasi dari Tiongkok memerlukan mekanisme penegakan hukum yang efektif. Amerika Serikat telah gagal dalam upaya masa lalu untuk menahan komitmen China melalui Organisasi Perdagangan Dunia dan melalui pembicaraan bilateral.
Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China disebut-sebut akan berakhir pada akhir bulan Maret ini dalam pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping. Pihak China sendiri menyebut pembahasan perjanjian perdagangan antara kedua pihak berjalan dengan cukup baik.
China dan Amerika Serikat sama-sama mengenakan tarif impor pada sejumlah barang dari masing-masing negara senilai ratusan miliar dolar. Pembicaraan antara kedua pihak pun dilakukan untuk meredakan konflik yang telah merembet ke berbagai negara dengan mengguncang pasar keuangan, mengganggu rantai pasokan manufaktur global tersebut.






![Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru saat mendampingi Menteri Koordinator [Menko] Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, meninjau pembangunan PSEL di PT Indo Green Power, Jumat 1 Mei 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0024_copy_1620x1024-225x129.jpg)
![Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, menghadiri pelantikan pengurus DPW Partai Amanat Nasional [PAN] Sumsel serta DPD PAN kabupaten/kota se-Sumsel yang berlangsung di Grand Ballroom Golden Sriwijaya Palembang, Kamis 30 April 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0015_copy_4160x2491-225x129.jpg)




![Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru saat mendampingi Menteri Koordinator [Menko] Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, meninjau pembangunan PSEL di PT Indo Green Power, Jumat 1 Mei 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0024_copy_1620x1024-129x85.jpg)
![Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, menghadiri pelantikan pengurus DPW Partai Amanat Nasional [PAN] Sumsel serta DPD PAN kabupaten/kota se-Sumsel yang berlangsung di Grand Ballroom Golden Sriwijaya Palembang, Kamis 30 April 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0015_copy_4160x2491-129x85.jpg)




![Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru saat mendampingi Menteri Koordinator [Menko] Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, meninjau pembangunan PSEL di PT Indo Green Power, Jumat 1 Mei 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260501-WA0024_copy_1620x1024-360x200.jpg)
