banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Muba Garap Visi Ibu Kota Energi Berkelanjutan 2030, EBT

  • Bagikan
Launching buku Musi Banyuasin 2030 di Hotel Santika Premiere Bandara, Palembang [30/9].
Launching buku Musi Banyuasin 2030 di Hotel Santika Premiere Bandara, Palembang [30/9].
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mencanangkan visi Musi Banyuasin 2030 guna mengoptimalkan potensi masyarakat lokal di sektor kelapa sawit sebagai bahan baku Energi Baru Terbarukan [EBT].

Dengan kekayaan alam dan potensi sumber daya yang ada, pemerintah melihat adanya prospek ke depan bagi wilayah Musi Banyuasin untuk mampu meraih predikat Ibukota Energi Berkelanjutan.

Mendukung Indonesia menjadi bangsa yang mandiri merupakan salah satu objektif Musi Banyuasin 2030. Bersama dengan MarkPlus Inc, Dodi Reza Alex Noerdin selaku Bupati Musi Banyuasin mengulas potensi kelapa sawit dalam gelaran acara peluncuran buku “Musi Banyuasin 2030, World Capital of Sustainable Energy BOP [Based on Palm Oil]”.

“Saya menggandeng para petani ini untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, mereka dalam tahun ini akan ground breaking, pabrik kelapa sawit pertama milik petani. Sekarang tidak hanya PTPN yang punya pabrik kelapa sawit, prediksi kami satu tahun setengah ke depan saat kelapa sawit yang sudah diremajakan itu panen, siapa offtakernya? Adalah pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh rakyat,” ungkap Bupati Musi Banyuasin saat membuka gelaran launching buku Musi Banyuasin 2030 di Hotel Santika Premiere Bandara, Palembang [30/9].

Sejak 2017, gerakan peremajaan kelapa sawit sudah dijalankan oleh Pemerintah Musi Banyuasin yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. 4465 hektar lahan kelapa sawit berhasil dipanen setelah satu tahun gerakan ini dijalankan.

“Target kami 50.000 lebih hektar milik rakyat dan seluruh petani yang hadir di sini akan diremajakan. Setelah berhasil diremajakan, what’s next? yang harus dilakukan adalah meluncurkan gerakan hilirisasi komoditas kelapa sawit. Kami hilirisasi menjadi Industrial Vegetable Oil [IVO], bahan dari biofuel bensin sawit, bioavtur untuk pesawat terbang, maupun biodiesel untuk solar. Berdasarkan Keppres tahun 2020, Kabupaten Muba sebagai proyek strategis nasional,” ujarnya.

Dengan roadmap yang jelas ke depannya, Dodi meyakini hal ini mampu menjadi katalisator kesejahteraan petani di Musi Banyuasin.

“Dari hulu sampai hilir kita punya roadmap yang jelas, visi yang jelas, 2030 Insyaallah Musi Banyuasin akan menjadi The World Capital of Renewable Energy Based on Palm Oil, atau ibukota dunia dari energi terbarukan yang berasal dari kelapa sawit,” tuturnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *