WIDEAZONE.COM, JAKARTA | Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mendorong pemerintah pusat dan daerah bersinergi melalui instrumen APBN dan APBD untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa. Ia menuturkan, sinergi dua instrumen tersebut dapat memberikan dampak yang lebih optimal.
“Kalau bapak dan ibu sekalian menggunakan instrumennya bersama-sama dengan (pemerintah) pusat, pasti dampaknya akan lebih bagus. Tapi kalau pusat menggunakan instrumennya kita menuju ke timur, bapak-bapak tetap di tempat, lebih buruk lagi bapak-bapak dan ibu ke barat, maka yang kita lakukan menjadi jauh lebih lemah dampaknya,” ujar Menkeu dalam Rakor Kepala Daerah di Kompleks Kemendagri, Senin (30/10/2023).
“Kalau kita sedang menuju ke timur ya yang daerah juga sama, supaya dampak dari intervensi APBN dan APBD menjadi jauh lebih efektif, lebih kuat, lebih dirasakan. Ini yang tadi bapak presiden wanti-wanti,” lanjut Sri Mulyani.
Menurutnya, instrumen APBN dan APBD sangat penting dan menentukan mampu atau tidaknya suatu negara dalam menyelesaikan masalah-masalah struktural.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-225x129.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-225x129.jpg)



![PT Cipta Kapasitas Nusantara [CKN] melalui _Training dan Sertifikasi BNSP Skema Instruktur KKNI Level 4 + Personal Branding_ digelar 2–4 Oktober 2026 di Hotel Ibis Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/DSC_0095_copy_2144x1282-129x85.jpg)
![Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah [BPKAD] Kota Palembang Ahmad Nashir](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260930-WA0005-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
