Lemah Harga Batu Bara, PTBA Tbk Raih Laba Rp 2 Triliun

- Jurnalis

Kamis, 19 September 2019 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang Batubara PT. Bukit Asam Tbk

Tambang Batubara PT. Bukit Asam Tbk

WIDEAZONE.COM, TANJUNGENIM — Meski harga batu bara masih dalam suasana lesu, namun secara mengejutkan PT Bukit Asam (Tbk) meraih keuntungan senilai Rp 2 triliun.

Berarti dari keuntungan tersebut, perusahaan nasional terbuka ini mencatat kenaikan penjualan sebesar 13.40 juta ton, atau naik menjadi 9.7% dari periode sama di tahun sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan PT BA Tbk Suherman menyatakan gembira atas terjadinya kenaikan penjualan itu.

“Kenaikan penjualan ini didukung kenaikan produksi batu bara Perseroan sebesar 14,1% dari semester 1 tahun 2018 dengan kapasitas angkut sebesar 11,7 juta ton,” ujar Suherman, Kamis (19/9/2019).

Dengan adanya kenaikan itu, katanya, berarti terjadi kenaikan 5,5% dari kapasitas angkutan batu bara pada periode Januari hingga Juni 2018.

Menurut Suherman, strategi manajemen untuk mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara seperti India, Korea Selatan, Hongkong, Filipina, Taiwan serta sejumlah negara Asia lainnya, merupakan pencapaian kinerja operasional Perseroan.

Baca Juga:  Kedekatan Wagub Cik Ujang dengan Warga Banyuasin Terjalin Hangat dalam Silaturahmi Sumber Marga Telang

Menurut dia, merupakan suatu upaya terbaik di tengah penurunan harga batu bara acuan (HBA), PT BA Tbk meraih keuntungan di atas nilai Rp 2 triliun.

“Keberhasilan ini merupakan strategi optimal bagi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market,” ujarnya tersenyum.

Sepenjang semester I tahun 2019, Perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 10,6 triliun. Pendapatan itu diraih dari penjualan batu bara domestik sebesar 53%, penjualan batu bara ekspor sebesar 45% dan aktivitas lainnya sebesar 2%.

Kenaikan itu, kata Suherman, terdiri dari penjualan listrik, briket, minyak sawit, jasa kesehatan serta jasa sewa.

Pendapatan ini, katanya, dipengaruhi harga jual rata-rata batu bara yang terjadi penurunan sebesar 6,8% menjadi Rp 778.821 per ton dari Rp 835.965 per ton pada semester I 2018.

Baca Juga:  Pejabat Pemkot Palembang Rangkap Jabatan! Pemerhati Sorot SDM--Pelayanan hingga Dobel Tunjangan

“Penurunan itu disebabkan adanya pelemahan harga batu bara Newcastle sebesar 38% maupun harga batu bara thermal Indonesia atau Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 sebesar 26% dibanding harga rata-rata pada semester I 2019,” katanya.

Sementara beban pokok penjualan hingga paruh 2019 tercatat sebesar Rp 6,96 triliun. Ini berarti ada kenaikan sebesar 13% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, sebesar Rp 6,14 triliun.

Seiring dengan peningkatan volume angkutan batu bara dan kenaikan biaya jasa penambangan, kata Suherman, berarti komposisi kenaikan terbesar terjadi pada kenaikan biaya angkutan kereta api.

 

Editor : Anto narasoma/Abror vandozer

Berita Terkait

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!
Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah
Bank Sumsel Babel Percepat Digitalisasi Transaksi dan Layanan Publik
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Pelantikan PaSKI Sumsel: Gubernur Herman Deru Sampaikan Empat Pesan Penting
Khotmul Quran Ummi, Herman Deru Ajak Orang Tua Bangga Lahirkan Hafiz Quran

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:19 WIB

Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB