“Kita Polisikan, Dirut PDAM Tirta Musi !”

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andy Wijaya

Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andy Wijaya

TERKAIT dugaan pelecehan sosial terhadap wartawan Palembang Pos (Palpos) oleh Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya, meletupkan kemarahan Pimred media itu, Dian Fauzen ST.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pelecehan sosial atau bullying terhadap wartawan Palembang Pos, Erika Sepriyanti akan berbuntut panjang.

Pimred Palembang Pos, Dian Fauzen tersinggung dan marah besar atas pelecehan sosial terhadap redaktur dan wartawannya.

“Kami akan memperkarakan Andi Wijaya atas pelecehan sosial terhadap Erika. Kami akan mengadukan ikhwalnya ke polisi,” ujar Dian Fauzen, ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Sabtu (11/7/2020).

Sikap tak simpatik yang dilakukan Andi Wijaya itu, kata Dian Fauzen, telah merendahkan nilai-nilai kepribadian dan kewartawan secara luas.

Baca Juga:  Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

“Ini pelecehan yang tak bisa dimaafkan. Sebagai wartawan dan pemimpin Palembang Pos, saya tersinggung dengan sikap Andi. Karena itu ia akan kami polisikan,” tegas Dian Fauzen, segera memimpin rapat tentang persoalan itu.

Menurut dia, sikap Andi terhadap Erika, merupakan pelecehan sosial yang merendahkan tugas-tugas kewartawanan

Erika ke PDAM, kata Fauzen, untuk melakukan investigasi dan klarifikasi terkait satu persoalan. Namun ketika Erika tiba di PDAM, ia dibullying Andi di depan wartawan lain. “Saya sakit hati,” tegasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Erika sangat sedih mendapat perlakuan tidak manusiawi tersebut.

Baca Juga:  Kapolda Rony Samtana Janji Evaluasi "All-in" Soal Bentrokan Lukai Wartawan hingga Pencopotan Dirintelkam, Koalisi Pers Sumsel Desak Tanggung Jawab

Ia justru tidak mendapat dukungan atas peliputan itu. Bahkan dengan begitu tega, Erika diperlakukan tak manusiawi. “Saya diperlakukan secara tidak manusiawi,” kata Erika.

Erika mengatakan bajwa tidak hanya pekan ini saja mereka “merendahkan” dirinya sebagai bekas pasien COVID-19. Pekan sebelumnya juga, tak hanya direktur utama yang membullying dirinya. Direktur operasional pun begitu “merendahkan” Erika. “Seolah mereka takut tertular COVID-19. Padahal saya ini sudah dinyatakan negatif COVID-19 melalui tes swab,” ujar Erika, sedih.

Meski hatinya terluka, katanya, wanita tegar ini tetap tenang. Apalagi dalam ruangan itu banyak teman-teman wartawan. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA
CACA-FPMP Desak APH Bongkar Skandal Rp70 Miliar Sekretariat DPRD Sumsel
Koalisi Pers Gandeng Kompolnas-DPRD, Desak Polda Sumsel Tuntaskan Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:38 WIB

CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Berita Terbaru