Oleh : Abror Vandozer
WIDEAZONE.COM – Menghadapi berbagai tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas organisasi/isntitusi, diperlukan individu berkualitas yang mampu mewujudkan kinerja profesional, kedudukan seseorang adalah suatu sebutan bagi jabatan, posisi dan profesi bagi seseorang yang mengabdikan dirinya dalam bidang profesi melalui interaksi edukatif secara terpola, formal, dan sistematis. Sedangkan profesionalisme ini dibutuhkan oleh kelompok atau individu dapat lebih memiliki komitmen terhadap organisasi.
Komitmen diartikan sebagai kesiapan seseorang dalam memberikan segenap kemampuannya secara maksimal bagi tercapainya tujuan organisasi tempat ia bekerja. Komitmen individu untuk memberikan segenap kemampuannya secara maksimal bagi kesejahteraan dan keberhasilan organisasi tempat ia bekerja.
Dengan adanya komitmen dari tim kerja besar kemungkinan visi, misi dan tujuan organisasi yang telah dirancang dapat terealisasikan. Komitmen bersama dapat terlihat dari kesiapan dan kesediaan tim untuk berusaha dengan sungguh-sungguh atas nama organisasi, dan juga terlihat dari loyalitas dan keterlibatan penuh seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Variabel-variabel yang berhubungan dengan komitmen organisasi diantaranya adalah kerjasama tim dan kepercayaan. Kerjasama tim diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memiliki keahlian individu, bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan individu yang memegang suatu tujuan bersama dan bertemu untuk berkomunikasi, berbagi, dan mengkonsolidasikan pengetahuan dari rencana yang dibuat, keputusan di masa depan yang mempengaruhi penentuan tindakan.
Dengan kata lain kerjasama tim dilakukan oleh sekelompok individu yang memiliki beragam keahlian yang saling melengkapi untuk melakukan pekerjaan dan bertanggung jawab satu sama lain untuk pencapaian tujuan oranganisasi. Kerjasama tim dapat berjalan dengan baik apabila setiap anggota dapat melakukan pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk: inisiatif berdiskusi, mencari informasi dan opini, mengusulkan prosedur-prosedur untuk mencapai tujuan, mengelaborasi pendapat, menyimpulkan/mengikhtisar, menguji konsensus, kompromi dan kreatif dalam memecahkan kembali perbedaan-perbedaan, mencoba untuk menurunkan ketegangan di dalam kelompok, dan mengekspresikan perasaan kelompok. Disamping kerjasama tim faktor yang juga dapat meningkatkan komitmen seseorang atau kelompok adalah kepercayaan.
Kepercayaan diartikan sebagai kemauan untuk saling memberi dan menerima satu sama lain dalam kehendak dan perilaku. Dengan meningkatnya kepercayaan seseorang kepada atasan organisasi/institusi sebagai pimpinan, diharapkan dapat meningkatkan komitmen individu terhadap organisasi/institusi.
Sedangkan rahasia kesuksesan suatu organisasi/institusi/perusahaan didasarkan atas komitmen tentu diperlukan bagi siapapun yang berkecimpung di dalamnya. Dengan adanya komitmen bersama, besar kemungkinan visi, misi dan tujuan organisasi yang telah dirancang dapat terealisasikan. Michael Amstrong (2007:272), “commitment is a state of being in wich an individual becomes bound by his actions to beliefs that suistainis activities and his own involvement”.
Komitmen adalah suatu keadaan dimana individu menjadi terikat oleh tindakannya dengan keyakinan untuk tetap bertahan dan adanya keterlibatan diri. Dari definisi tersebut, komitmen mencakup keterikatan individu untuk tetap bertahan dalam organisasi dan adanya keterlibatan diri terhadap setiap aktivitas organisasi.
Hal senada diungkapkan oleh James L. Gibson et.al (2006:184) mendefinisikan bahwa,“commitment is a sense of identification, loyalty, and involvement expressed by an employee toward the organization or unit of the organization”. Komitmen adalah rasa identifikasi, kesetiaan, dan keterlibatan yang diungkapkan oleh seorang karyawan terhadap organisasinya.
Dimensi komitmen yang pertama, komitmen afektif berkaitan dengan hubungan emosional anggota terhadap organisasinya, identifikasi dengan organisasi dan keterlibatan anggota dengan kegiatan di organisasi. Anggota organisasi dengan komitmen afektif yang tinggi akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena memang memiliki keinginan untuk itu.
Selain itu kelompok tim bukanlah hal yang sama, kelompok sebagai dua atau lebih individu, yang saling berinteraksi dan saling bergantung, yang bersama-sama mencapai tujuan khusus atau tertentu. kelompok kerja adalah sebuah kelompok yang utamanya berinteraksi untuk berbagi informasi dan membuat keputusan untuk membantu setiap anggota melakukan tanggung jawab mereka masing-masing. Andrew J. Dubrin (2012:357),“teamwork is a situation characterized by understanding and commitment to group goals on the part of all team members”.
Kerjasama tim merupakan situasi yang ditandai oleh pemahaman dan komitmen terhadap tujuan kelompok pada semua anggota tim. Sementara itu, John W. Newstrom (2010:304) berpendapat, “ where their work interdependent, the act as a task team and seek to develop a cooperative State”. Bahwa kerjasama tim dimana anggota tim bekerja secara bergantung, bertindak sebagai tim tugas dan mencoba untuk mengembangkan keadaan yang kooperatif.
Dalam sebuah permainan bola, sebuah tim dapat merajai sebuah pertandingan apabila terjadi suatu kekompakan dalam kesebelasan tim tersebut. Kerja sama tim inilah yang membuat mereka menjadi satu kesatuan dan memenangkan perlombaan. Coba bayangkan jika setiap pemain tidak memiliki koordinasi yang baik antar sesama pemain. Apa jadinya jika salah satu pemain ingin menjadi one man show dan tidak mau bekerja sama dengan anggota tim yang lain? Pernahkah Anda melihat sebuah tim sepak bola mengalami situasi tegang karena setiap anggota tidak mau menerima masukan dan ingin bermain seenaknya sendiri? Sudah tentu tim sepak bola itu tidak akan memenangkan pertandingan. Parahnya, sudah pasti tim tersebut dibubarkan.
Sedangkan kepercayaan adalah kapasitas untuk bergantung pada setiap kata dan tindakan antara satu dengan yang lainnya. Menurutnya kepercayaan dapat membuka batas-batas, memberikan kesempatan dalam bertindak, dan memperkaya tatanan sosial seluruh organisasi. Sedangkan Stephen P. Robbins, Timothy A. Judge (2009:458) mendefinisikan kepercayaan sebagai, “trust is positive expectation that another will not-through words, actions, or decisions-act opportunistically”. Kepercayaan merupakan ekspektasi atau pengharapan positif bahwa orang lain tidak akan baik melalui kata-kata, tindakan dan keputusan-bertindak secara oportunistik.
Mengatasi masalah kepercayaan yang berasal dari masa kecil mungkin adalah jenis masalah kepercayaan terberat. Tidak bisa mengandalkan orang tua atau saudara kandung anda sangat mengerikan untuk pandangan anda terhadap dunia. Siapa dan apa yang bisa anda percaya sulit untuk diceritakan, karena anda tidak memiliki contoh bagus di rumah. Jadi yang paling mudah dilakukan adalah hanya mempercayai diri sendiri.
Dan hanya dengan mempercayai diri anda sendiri, anda mendorong orang menjauh tanpa memberi mereka kesempatan. Orang dengan jenis masalah kepercayaan ini sering kali memiliki banyak contoh ketika seseorang menipu atau berbohong kepada mereka atau orang lain. Jadi sangat sulit bagi mereka untuk mengubah pandangan mereka terhadap dunia dan perlahan membiarkan diri mereka mulai mempercayai seseorang lagi. Dalam hubungan ini bisa sangat sulit. Memenangkan kepercayaan seseorang saat dia memiliki masalah kepercayaan ini membutuhkan napas yang sangat panjang.








![Penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat, Martindar Jalu Respati (kedua dari kanan) mewakili General Manager PLN UID Jabar dengan BDx Indonesia yang diwakili CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya (ketiga dari kiri) disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (ketiga dari kanan) didampingi EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati (kedua dari kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni [kanan], dan EVP Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Widyo Anggoro Putro [kiri] di Kantor PLN Pusat, Selasa [19/5]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260602-WA0036_copy_1003x578-225x129.jpg)









![Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel] Dr H Herman Deru saat memberikan sambutan dalam pembekalan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama [PD-PKPNU] Angkatan II yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama [PWNU] Sumsel di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat 29 Mei 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260529-WA0037_copy_1223x770-360x200.jpg)
