Kemenperin berharap, para pelaku industri juga dapat mengembangkan produk alkes lainnya di dalam negeri sehingga memberikan daya saing nyata untuk industri nasional.
Dalam kesempatan tersebut, para pengembang yang terdiri dari PT YPTI, PT Swayasa Prakarsa, PT Stechoq Robotika Indonesia, dan UGM menyampaikan progress pengembangan ventilator produksi dalam negeri, yaitu Ventilator ICU V-01 dan Ventilator Emergency R-03 yang masing-masing telah memiliki nilai TKDN >40% (43,16% dan 41,90%). Ventilator V-01 memiliki kapasitas produksi 100 unit/tahun sedangkan Ventilator R-03 memiliki kapasitas produksi 200 unit/tahun.
Kemenperin juga menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar dapat membangun komitmen rumah sakit dan lembaga pendidikan kesehatan di wilayah tersebut untuk menggunakan merek dan produk dalam negeri.
Sesditjen ILMATE melanjutkan, upaya tersebut juga bertujuan untuk memperkenalkan produk alat kesehatan dalam negeri sejak awal pendidikan tenaga kesehatan, agar proses regenerasi pemanfaatan alat kesehatan dalam negeri dapat berlangsung secara simultan antara lembaga kesehatan sebagai pengguna dan industri alat kesehatan dalam negeri sebagai produsen.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya



















