banner 2560x598

banner 2560x598

Keindahan Destinasi Punti Kayu dan Danau OPI

  • Bagikan
Taman Wisata Alam [TWA] Punti Kayu
Taman Wisata Alam [TWA] Punti Kayu
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Sejak tahun 2015, Taman Wisata Alam [TWA] Punti Kayu Palembang tak lagi mempertontonkan hewan yang dilindungi.

Alasan tersebut, tentunya menjadi pertanyaan besar bagi penikmat petualangan destinasi wisata. Punti Kayu sekarang memberikan konsep eco-tourism dengan udara sejuk memberikan nuansa panorama indah bagi pengunjung, bahkan TWA itu menjadi kawasan penyumbang oksigen terbesar bagi Palembang.

Punti Kayu yang memiliki lahan seluas 50 hektar, ditunjuk sebagai TWA melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan nomor 76/Kpts-II/ 2001 tanggal 15 Maret 2001, dan resmi ditetapkan sebagai TWA melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 9273/Kpts-II/2002.

“Sebenarnya Hutan Punti Kayu sudah ada sejak 1999. Tetapi penetapan menjadi TWA baru tahun 2002,” kata Pengelola TWA Punti Kayu, Raden Azka, dikutip dari keterangan persnya pada Senin [10/1/2021].

Tak hanya menyuguhkan deretan pohon Pinus, TWA Punti Kayu Palembang juga dikelilingi ragam jenis flora seperti akasia, mahoni, talog, pulai, dan lainnya. Sedangkan fauna di sana menjadi habitat dominan sekawanan kera ekor panjang yang hidup bebas berkeliaran.

Beberapa tahun silam, TWA Punti Kayu bahkan menjadi lokasi favorit warga karena sempat menampilkan sirkus dan mempertontonkan hewan dilindungi seperti gajah, harimau, orang utan, dan buaya. Namun karena tidak diizinkan menampilkan fauna dilindungi, kini hanya tersisa beberapa satwa di sana.

“Kita sudah tidak lagi memelihara hewan yang dilindungi, karena sudah ada surat edaran dari BKSDA tahun 2014. Semua hewan dilindungi sudah ditarik pada 2015. Sekarang masih ada beberapa hewan seperti kuda, biawak, musang, kura-kura brazil, kelinci, domba dan sejumlah unggas unik,” ungkapnya.

Akibat hewan dilindungi tidak boleh dipelihara di TWA Punti Kayu, eksistensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) terbesar di Bumi Sriwijaya ini sempat meredup. Apalagi dalam dua tahun belakangan karena pandemik COVID-19 yang melanda Tanah Air.Mencoba mengembalikan presensi, pengelola TWA Punti Kayu tidak saja menyuguhkan kebun binatang namun jembatan gantung, perahu bebek, perahu naga, dan outbond training agar bisa memanjakan semua pengunjung.

“Tapi untuk sarana flying fox dan kolam renang sementara ditutup karena ramai virus corona ini. Tapi ada spot foto dengan replika bangunan menjadi lokasi favorit pengunjung,” jelasnya.

Beralamat di Jalan Kolonel Burlian km 6,5 Kecamatan Alang-Alang Lebar, TWA Punti Kayu Palembang bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum maupun pribadi. Beberapa angkutan massal yang dapat digunakan seperti bus, LRT, atau menggunakan jasa ojek online.

Sedangkan jam operasional TWA Punti Kayu Palembang dibuka setiap Senin-Minggu mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dengan tiket masuk untuk satu orang sebesar Rp25 ribu. Para pengunjung sudah dapat menikmati semua wahana di dalam kawasan Punti Kayu.

“Awalnya tiket masuk Rp10 ribu dan masuk spot lain bayar lagi, tapi karena pandemi kita include semua. Saat ini kita pun masih tertib protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan bersama. Termasuk semua pegawai sudah divaksin,” jelasnya.

Pengelola TWA Punti Kayu Palembang bakal menambah wahana baru seperti replika atau miniatur peninggalan Kerajaan Sriwijaya, sebagai spot edukasi sejarah bagi pengunjung yang menekankan konsep kekinian alias instagramable.

“Sebenarnya rencana ini sudah dari tahun kemarin, tapi karena pandemi semua tertunda. Apalagi kita sempat tutup berbulan-bulan karena pembatasan. Mudah-mudahan 2022 ini target selesai menyeluruh,” harap Raden.

Bahkan pada 2021, Balai Konservasi Sumber Daya Alam [BKSDA] Sumsel merencanakan pengembangan fasilitas semi wild di TWA Punti Kayu yang bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan satwa di luar habitat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *