SEPERTI kata pepatah, manisnya madu dibalas dengan air tuba. Demikian kenyataan pahit yang dialami Yulinda.
WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Setelah menantikan kepulangan suaminya Yedi Mulyadi (44) selama 21 bekerja, bukan ungkapan sayang yang diterima Yulinda (40), tapi pukulan dan gebukan sehingga nyawanya melayang sia-sia.
Pada Senin (3/2/2020) siang, setelah tiga pekan bekerja, Yedi pulang ke rumahnya di Dusun 1 Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim. Ia disambut istrinya dengan segenap kerinduannya terhadap Yedi, suaminya.
Namun ketika Yedi telah berada di rumah, telepon selulernya dihubungi seseorang. Ketika ponsel itu diangkat, Yulinda kaget setengah mati. Karena yang menghubungi suaminya adalah seorang perempuan.
Yulinda pun cemburu. Ia marah ke pada Yedi. Akhirnya terjadi pertikaian mulut. “Kalu idak mekerke anak, la lamo kamu kutinggalkan. Aku minta cere (cerai),” tegas Yulinda dengan nada Muaraenim yang kental.

Mendengar pernyataan itu, emosi Yedi tersulut. Tanpa kasihan, Yedi memukul dan meninju mata istrinya. Kemudian secara bertubi-tubi ia memukuli wajah Yulinda. Cincin yang ada di jari manisnya itu telah melukai mata dan wajah wanita itu.
Tak sampai di situ, kemudian Yedi menghantamkan helm putih ke kening istrinya sehingga wanita itu terjajar ke lantai. Dalam keadaan semaput, tubuh Yulinda diselimuti kain oleh Yedi. Kemudian helm yang membuat Yulinda tak sadarkan diri itu dilemparkan Yedi ke loteng.
Bahkan korban sempat dilarikan ke bidan Desa Tanjung Terang. Ternyata Yulinda sudah dinyatakan meninggal dunia. Atas peristiwa maut tersebut, kakak korban, Ahmad Aspawi (43) melaporkan kejadian itu ke Polsek Gunung Megang.
Mendapat laporan tentang kejadian itu, Tim Trabazz Polsek Gunung Megang yang dipimpin AKP Fernyanyo SH (Kapolsek) dan Tim Rajawali Satreskrim Polres Muaraenim yang dipimpin AKP Dwi Satya Arian SIK segera bergerak ke TKP.
Kedua tim segera melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan suami korban. Satya Arian, Fernyanyo, IPTU M Heri Irawan SE dan IPDA Guntur Iswahyudi SH dan anggota lainnya berhasil mengungkap peristiwa pembunuhan itu. Ternyata pelaku pembunuhan terhadap Yulinda adalah suaminya sendiri.
Akhirnya Yedi Mulyadi diringkus polisi. Semua barang bukti berupa helm putih, aksesoris helm (riben hitam), sepotong selimut, dua cincin berbatu akik hitam putih, pakaian korban dan pelaku, buku nikah kedua suami istri dan headset handphone pelaku disita polisi.
“Semua barang bukti itu kita sita untuk bahan penyidikan,” ujar Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono SH SIK MH melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Fernyanyo SH ke pada Wideazone.com dan Zoom Post.
Menurut Fernyanyo, kematian Yulinda itu disebabkan luka memar di mata kiri, luka di bibir, memar di siku kanan dan kiri. “Diduga, akibat luka serius itulah korban tewas,” ujar Kapolsek Gunung Megang. (*)
Laporan Alamsyah
Editor Anto Narasoma



![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)

![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

