Kades bersama Kakak di Lempuing-OKI Babak Belur Dihajar Oknum Anggota TNI

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa [Kades] Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Komarudddin bersama kakak kandungnya Zaenal Abidin [40] babak belur dihajar sejumlah oknum anggota TNI di area [perusahaan sawit] PT Buluh Cawang Plantation [BCP] Blok 8 pada Senin 20 Oktober 2025.

Kepala Desa [Kades] Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Komarudddin bersama kakak kandungnya Zaenal Abidin [40] babak belur dihajar sejumlah oknum anggota TNI di area [perusahaan sawit] PT Buluh Cawang Plantation [BCP] Blok 8 pada Senin 20 Oktober 2025.

WIDEAZONE.com, OKI | Kepala Desa [Kades] Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI, Komarudddin bersama kakak kandungnya Zaenal Abidin [40] babak belur dihajar sejumlah oknum anggota TNI di area [perusahaan sawit] PT Buluh Cawang Plantation [BCP] Blok 8 pada Senin 20 Oktober 2025.

Atas aksi kekerasan itu, keduanya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat.

Peristiwa nahas bermula, kala Kades Komarudin mendatangi lokasi perusahaan. Kedatangannya bertujuan baik, untuk menanyakan kondisi salah satu warganya yang diamankan oleh pihak keamanan karena dugaan pencurian buah sawit.

Namun, niat baik Komarudin justru berujung penganiayaan terhadap dirinya dan kakaknya.

“Saya datang baik-baik, memperkenalkan diri sebagai kades. Baru beberapa saat bicara, saya langsung dikeroyok,” ungkapnya dalam perawatan di rumah sakit, Selasa 21 Oktober 2025.

Kala dirinya dikeroyok, Komaruddin menyebut tidak mengetahui jumlahnya, karena sangat ramai.

Baca Juga:  PLN UID S2JB Perluas Jangkauan Kelistrikan Sasar Sungai Jeruju OKI

Mendengar kabar adiknya [Komaruddin] dianiaya, Zaenal Abidin lantas segera datang ke lokasi kejadian.

Saat mencoba merekam aksi kekerasan tersebut dengan ponselnya, Zaenal justru ikut menjadi sasaran amukan.

“Kakak saya juga ikut dipukul saat mencoba merekam. Kami berdua lalu dimasukkan ke dalam mobil dan terus dipukul,” tambah Komarudin.

Keduanya sempat dibawa berkeliling di area perusahaan dan berusaha meminta perlindungan, namun tidak ada tindakan signifikan dari pihak manajemen untuk menghentikan kekerasan tersebut.

Bahkan, ketika manajer perusahaan tiba, aksi pemukulan masih berlanjut.

Beruntung, anggota Polsek Lempuing dan Kepala Tata Usaha [KTU] PT BCP segera datang ke lokasi.

Mereka berhasil menyelamatkan Komarudin dan Zaenal Abidin yang sudah dalam kondisi lemah dan mengalami luka-luka.

Kedua korban langsung dievakuasi ke IGD RSUD Kayuagung untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Baca Juga:  Rangkap Jabatan: Alarm Bahaya Birokrasi dan Penyimpangan Kekuasaan

Disebutkan Rmolsumsel, Pasi Intel Kodim 0402/ΟΚΙ, Lettu Arm Zolimin, menegaskan bahwa para pelaku pengeroyokan dan oknum TNI tersebut bukan berasal dari jajaran Kodim ΟΚΙ.

“Oknum yang terlibat adalah personel Brigif 8/Garuda Cakti Kodam II/Sriwijaya yang sedang menjalankan latihan kaderisasi di area PT BCP. Mereka bukan anggota Kodim 0402/OKI-OI,” ujarnya dalam keterangan, Selasa [21/10].

Zolimin menyebut, pihak Brigif 8 bersama aparat kepolisian dan pemerintah daerah telah melakukan mediasi.

“Kasi Ops Brigif 8 sudah menyampaikan permintaan maaf resmi dan memastikan seluruh pelaku akan diproses hukum sesuai aturan militer,” ujarnya.

Sebanyak sembilan prajurit yang diduga terlibat telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di bawah penegakan hukum militer. “Kami berkomitmen menjaga keamanan wilayah dan memastikan setiap anggota TNI bertindak profesional serta taat hukum,” tukasnya.

Laporan Suherman | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba
Dibongkar Dibangun Lagi, Empat Pondok di DAS Udang Jakabaring Digaruk Alat Berat
Kejari Lahat Bantah Tudingan Pemerasan Terhadap Eks Anggota DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:03 WIB

Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Berita Terbaru

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB