Fabrikasi Dua Proyek Migas Dijadwalkan Onstream

- Jurnalis

Rabu, 19 Januari 2022 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan first cut fabrikasi dua proyek minyak dan gas bumi [Migas] dijadwalkan onstream pada 2022-2023 mendatang

Kegiatan first cut fabrikasi dua proyek minyak dan gas bumi [Migas] dijadwalkan onstream pada 2022-2023 mendatang

WIDEAZONE.com, BANTEN | Kegiatan first cut fabrikasi dua proyek minyak dan gas bumi [Migas] dijadwalkan onstream pada 2022-2023 mendatang.

Kedua proyek tersebut adalah Proyek MAC yang dilaksanakan kontraktor kontrak kerja sama [KKKS] Husky-CNOOC Madura Ltd [HCML] dan Proyek Forel-Baronang oleh KKKS Medco E&P Natuna Ltd.

“Kapasitas fasilitas produksi Proyek MAC yang akan dibangun sebesar 50 MMSCFD [juta standar kaki kubik per hari], proyek ini dijadwalkan Onstream pada Kuartal IV-2022,” ungkap Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Ardiansyah dikutip dari keterangan persnya, Rabu [19/1/2022].

Pada kegiatan 1st cut ceremony Proyek MAC dan Proyek Forel-Baronang yang dilaksanakan di PT Meitech Fabrication Yard, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa [18/1/], Ardiansyah mengatakan lingkup pekerjaan utama Proyek MAC adalah satu Wellhead Platform, 8 KM 10-inch Subsea Pipeline, hot tap ke-28 inch EJGP, dan sewa MOPU [Mobile Offshore Production Unit].

Untuk fasilitas produksi Proyek Forel-Baronang yang akan dibangun sebesar 10 ribu BOPD [barel minyak per hari] dan 43 MMSCFD [gas lift, gas injection, dan own use], proyek ini dijadwalkan onstream pada Kuartal IV-2023. “Proyek ini terdiri atas dua unit Wellhead Platform, 17 KM 8-inch Subsea Pipeline, dan sewa FPSO [Floating Production Storage and Offloading],” terangnya.

Baca Juga:  Dukung program pemerintah, Bank Sumsel Babel Berikan Bantuan Perbaikan RTLH

Ia mengimbau agar KKKS maupun PT Meindo Elang Indah selaku Kontraktor EPCI [Engineering, Procurement, Construction, and Installation] agar dalam pelaksanaan kedua proyek tersebut senantiasa menerapkan kaidah-kaidah manajemen proyek yang baik serta mengedepankan pelaksanaan aspek Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan [K3LL] juga empat prinsip No’s di hulu migas yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift, and No Luxurious Hospitality.

“SKK Migas terus menerus mengingatkan aspek K3LL merupakan prioritas di industri hulu migas, sehingga menjadi kewajiban kita bersama untuk selalu menjaga agar zero accident dapat tercapai hingga kedua proyek ini onstream,” ujarnya.

SKK Migas mencatat, investasi untuk kedua proyek ini berjumlah sekitar USD 429 juta atau Rp6,2 triliun.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi investasi yang dilakukan oleh HCML dan Medco ini, kami berharap investasi tersebut selain dapat meningkatkan produksi migas nasional juga dapat memberikan multiplier effect hulu migas bagi perekonomian nasional maupun lokal di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara Rikky Rahmat Firdaus yang turut hadir dalam acara tersebut.

Baca Juga:  Dualisme Penanganan Parkir Rajawali Village, PT Kuala Permai Soroti Langkah DPRD

Dalam kesempatan yang sama, Manager Regional Office dan Relations HCML Hamim Tohari mengatakan, potensi produksi dari Lapangan MAC diketahui sebesar 50 MMSCFD.

“HCML sudah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan PT Petrokimia Gresik [15 MMSCFD], PT Bayu Buana Gemilang [10 MMSCFD], dan PT Inti Alasindo Energy [10 MMSCFD], lifting gas ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di Jawa Timur,” tuturnya.

HCML menanamkan investasi tersebut untuk memaksimalkan produksi dalam jangka waktu 5 sampai 7 tahun.

“Kami mengupayakan pengembangan Lapangan MAC yang diperkirakan onstream pada Kuartal-IV 2022 sebagai bagian dari upaya kami memberikan sumbangsih kepada Indonesia,” ungkapnya.

Sementara, Vice President Relations & Security Medco E&P Arif Rinaldi mengatakan, sebagian gas dari Lapangan Baronang akan digunakan untuk mendukung produksi Lapangan Forel. Sementara minyak dari Lapangan Forel diproyeksika gbn akan menambah produksi sebesar 10 ribu BOPD.

“Semoga tambahan produksi dari Lapangan Forel-Baronang dan Lapangan MAC dapat mendukung pencapaian target SKK Migas sebesar 1 juta BOPD dan 12 BSCFD [miliar standar kaki kubik per hari] gas di 2030,” pungkas Rikky. [ok]

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan
Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Tiga Keluarga Deklarator PKB Sumsel Berangkat Umrah, Nasrul Halim: Penghargaan atas Jasa Pendiri Partai ‎
Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
DPW PKB Sumsel Buka Suara Soal Tudingan Penipuan, Siap Lapor Balik Pelapor jika tak Terbukti ‎

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:34 WIB

Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:15 WIB

Nyawa Melayang di Perlintasan Kereta Tanpa Palang OKU Timur

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tiga Keluarga Deklarator PKB Sumsel Berangkat Umrah, Nasrul Halim: Penghargaan atas Jasa Pendiri Partai ‎

Senin, 29 Juni 2026 - 22:58 WIB

Ancaman Penyakit Infeksi Baru Meningkat, RSMH Palembang Minta Masyarakat Waspada dan Perkuat Deteksi Dini

Berita Terbaru