Eks Pimpinan NII OKU Timur: Jangan Lengah Manuver Radikal

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Pimpinan Negara Islam Indonesia [NII] desa Batumas OKU Timur Imron.

Eks Pimpinan Negara Islam Indonesia [NII] desa Batumas OKU Timur Imron.

WIDEAZONE.com, OKU TIMUR | Eks Pimpinan Negara Islam Indonesia [NII] desa Batumas OKU Timur Imron mengingatkan publik terhadap penyusupan ideologi hingga manuver radikal saat momentum Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

Bahkan, dia mewanti-wanti generasi muda dan kalangan masyarakat menengah agar tidak lengah terhadap manuver kelompok yang berlindung di balik simbol dan jargon keagamaan.

“Biasanya penyusupan terjadi lewat forum diskusi. Mereka memunculkan tokoh-tokoh yang tidak familiar, tapi punya pengaruh kuat. Nama kelompok tidak disebutkan, sehingga anggota baru sering tidak sadar sudah masuk dalam jaringan,” ungkap Imron, Rabu 25 Februari 2026.

Dipercaya sebagai Ketua Pengurus Anak Ranting Muhammadiyah Desa Batu Mas, Belitang II, Imron merinci target manuver [radikal] paling rentan, menyasar usia 11-18 tahun. “Pada fase tersebut, anak dinilai masih dalam proses pencarian jati diri sehingga mudah terpengaruh narasi yang dibungkus secara persuasif,” ujarnya.

Baca Juga:  Kerjasama Australia-Palembang Cakup Sanitasi hingga Pengelolaan Limbah

Oleh karena itu, menurutnya, pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam meng-counter [mencegah] gerakan radikal tersebut.

“Masyarakat umum untuk tidak ragu melakukan koordinasi dengan pihak berwenang apabila menemukan aktivitas kelompok yang mencurigakan di lingkungan sekitar,” imbaunya.

Pendekatan Humanis Polri

Dalam keterangannya, Imron turut membagikan pengalaman masa lalunya sebelum kembali ke pangkuan ideologi negara. Ia mengakui pendekatan aparat kepolisian berperan besar dalam proses perubahan dirinya.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan jajaran kepolisian — mulai tingkat Polda hingga Polres — berlangsung persuasif dan humanis, jauh dari stigma represif yang selama ini didoktrinkan di internal kelompok.

“Kami dulu didoktrin seolah akan menghadapi pendekatan militer. Tapi yang kami rasakan justru pembinaan yang humanis dan komunikatif. Itu yang akhirnya mengubah pandangan kami,” sebutnya.

Baca Juga:  Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupan BBL Senilai Rp6,25 Miliar

Ia menilai pola penanganan yang mengedepankan pendekatan presisi dan kemanusiaan perlu terus dipertahankan, terutama dalam merangkul masyarakat yang pernah terpapar paham menyimpang.

Mengutip arahan pimpinan Muhammadiyah, Imron berharap tidak ada perubahan arah dalam penanganan yang justru berpotensi memicu ketegangan baru di lapangan.

“Yang kami rasakan sekarang sudah tepat — presisi dan humanis. Jika pendekatan ini berubah, kami khawatir justru memunculkan konflik baru,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya aktivitas keagamaan selama Ramadhan, masyarakat diimbau memperkuat kewaspadaan kolektif agar ruang ibadah tetap bersih dari infiltrasi paham yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Laporan Netizen [Warganet+62] | Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!
Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania
SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026
Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang
Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Warga Betung Heboh, Remaja Asal OKI Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik
Perdana di RI, Herman Deru Resmikan Tata Kelola Sumur Minyak Muba

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:52 WIB

Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:18 WIB

Polairud Polda Sumsel Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Dermaga PLTU Borang

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Herman Deru Wajibkan Pemberi Kerja di Sumsel Lapor Loker Melalui SIAPkerja

Berita Terbaru

Terpidana kasus kekerasan seksual, Fahrul Rozi alias Balung bin Azim [Alm] berhasil diringkus Tim Tangkap Buron [Tabur] Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Jumat 22 Mei 2026, sekitar pukul 18.15 WIB.

Headlines

Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:56 WIB

Jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Sumatera Selatan [SMSI Sumsel] tancap gas persiapan perhelatan Musyawarah Wilayah [Muswil] SMSI Sumsel 2026 dengan resmi membentuk panitia penyelenggara.

Headlines

SMSI Sumsel Tancap Gas Persiapkan Muswil 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:02 WIB