Sementara, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengatakan kelahiran kabupaten Musi Rawas di tahun 1943 menggambarkan sebuah kabupaten yang ikhlas dengan memekarkan tiga wilayah yakni Musi Rawas Utara, kota Lubuklinggau dan Musi Rawas. Sehingga semua aset Musi Rawas terpaksa dibagi menjadi tiga wilayah.
”Alhamdulillah dengan kondisi tersebut menjadikan kabupaten Musi Rawas memiliki pemimpin yang pertama di Sumatera Selatan yang pemimpinnya perempuan semua atau istilah penyebutannya Srikandi Musi Rawas,” ujar gubernur Herman Deru.
Di sisi lain Gubernur membandingkan dengan daerah di luar sumatera khususnya pulau Jawa, kalau di Jawa akses infrastruktur bukan jadi maslah lagi lain halnya kalau di Sumsel yang masih berkutat dengan infrastruktur.
”Saya sangat apresiasi dengan program MANTAB oleh pemimpin Hj Ratna Machmud dengan Hj Suwarti terkhusus untuk santunan kematian dan infrastruktur, semoga di hari ulang tahun kabupaten Musi Rawas yang ke 78 ini agar bisa mengejar ketertinggalannya dari kabupaten lain. Sebenarnya kabupaten Musi Rawas ini termasuk kabupaten yang baik hati rela melepaskan wilayah untuk pemekaran,” ucapnya.
Lanjutnya, tadi saya melihat tayangan program yang dipaparkan itu cukup baik dan bagus akan tetapi untuk melaksanakan program tersebut perlu Tingkat kerjasama dari berbagai elemen baik dari unsur masyarakat sampai dengan jajaran pemerintah pusat dalam membangun infrastruktur Musi Rawas dari ketertinggalan,” pungkas Gubernur.
Laporan Erison/Adv
Editor Abror Vandozer



















