banner 970x250
banner 970x250

Corona dan Akal Sehat

  • Bagikan
Ilustrasi COVID-19.net
Ilustrasi COVID-19.net
banner 468x60

Seperti mendung yang datang tiba-tiba
Engkau membuat bumi menangis
Gemuruh langit menyambar jantung
Kami takut, menutup dan mengunci pintu
Engkau datang diam dan penuh wibawa
Pasti bukan sejenis burung Ababil
Manusia yang diciptakan Tuhan dalam ragam
Menyatu mencari dan mengadu pada Tuhannya
Lewat jalan dan keyakinan masing-masing
Tidak lagi bergerombol, di jalan, atau rumah ibadah
Tapi sendiri-sendiri sambil menghitung sunyi.
Akal, yang telah dicipta dan diperintah Tuhan
untuk manusia agar membaca.
Baca. Baca. Bacalah.

Bacalah dalam bayani, irfani, dan burhani
Maka inilah ejaan dari Tuhan:
Corona, Covid-19, Masker, Jaga jarak,
Karantina mandiri, isolasi, di rumah saja.
(Tuhan, Beri kami kemampuan akal yang kuat)
Kami lalu mengunci semua hasrat berkumpul
Mengunci niatan beribadah bersama
Mengunci hasrat plesiran dan tradisi mudik.
Akal itu adalah biji iman agar sahadat
tumbuh subur menjadi ibadah, doa, dan ikhtiar
Sanubari kami terus bersujud dalam tauhid
Tiada syirik, tiada musyrik, dan tiada munafik
Semantara itu, sebagian orang mengingkari akal
Mereka tak menoleh ketika menyeberangi jalan
Sehingga duka berpanjang, tangis pun lama berhenti
Sebagian lagi tak mengenali arti sajadah panjang

Mereka menolak dan mengutuk pahlawan yang mati
Seakan-akan telah menjadi pemilik bumi Tuhan.
Mereka telah mengunci dan menyesatkan akal sehat
Menjerumuskannya ke dalam pedang ketakutan.
Tak ada jaminan ketaatan pada akal sehat
Umat pun telah banyak ingkar pada agamanya
Anak melawan orang tua, murid memukul guru
Istri-istri menentang suami, aparatur korupsi
Akal-akalan telah melawan akal sehat.
Akal-akalan tak akan tumbuh menjadi iman.
Corona telah menguji ketaatan pada akal sehat.

Sako, 20 April 2020

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *