banner 120x600
banner 120x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Corona Allah, Miliki Lapisan Religi dan Nilai Sosial

  • Bagikan
Penyair nasional asal Aceh, Fikar W Eda
Penyair nasional asal Aceh, Fikar W Eda
banner 468x60

MENCERMATI lomba puisi bertajuk “Jangan Tantang Aku, Sayangi Aku, dan Corona Allah” memberi dua pengajaran tentang akhlak dan seni sastra.

Menurut penyair nasional asal Aceh, Fikar W Eda, di era pendemi virus corona penyelenggaraannya secara webinar sangat tepat.

Sebab selain diikuti 68 peserta baca puisi secara nasional, gelaran lomba itu memberi daya tawar tentang dedikasi akhlak dan nilai sastra.

“Mengapa begitu? Coba saja baca dari tiga puisi itu. Ada nilai unik yang dipaparkan penulis puisinya,” ujar Fikar saat dimintai komentarnya, Selasa (24/8/2021).

Menurut Fikar, kandungan isi puisi Amin Tras itu memiliki kaidah religi. Apalagi ia menjelaskan, “Virus corona jangan ditantang, tapi disikapi dengan kasih. Wah ini ide dan konotasi yang hebat,” ujar Fikar.

Sebab, katanya, menulis puisi itu memiliki kajian tentang isi secara eksterinsik (kaidah luar) dan intrinsik (kaidah dalam). Jika si penyair mampu memadukan nilai luar dan dalam, maka secara estetika puisi itu terbilang kuat.

Seperti yang diungkap BP Simatupang, kata Fikar, cipta sastra dapat diteliti secara analisis. Analisis itu bisa dikaji lewat sikap efonis yang berusaha menjelaskan lapisan bunyi dalam cipta sastra.

“Lewat analisis ini, didapati kenyataan bahwa lapis bunyi dapat dikembangkan di dalam puisi, seperti yang dilakukan penyelenggara (Amin Tras),” katanya.

Karena itu Fikar sangat mendukung usaha pengembangan sastra puisi secara nasional melalui program webinar. “Sukses untuk Amin Tras,” katanya. (*)

Laporan Anto Narasoma

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *