Corona Allah, Miliki Lapisan Religi dan Nilai Sosial

- Jurnalis

Selasa, 24 Agustus 2021 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyair nasional asal Aceh, Fikar W Eda

Penyair nasional asal Aceh, Fikar W Eda

MENCERMATI lomba puisi bertajuk “Jangan Tantang Aku, Sayangi Aku, dan Corona Allah” memberi dua pengajaran tentang akhlak dan seni sastra.

Menurut penyair nasional asal Aceh, Fikar W Eda, di era pendemi virus corona penyelenggaraannya secara webinar sangat tepat.

Sebab selain diikuti 68 peserta baca puisi secara nasional, gelaran lomba itu memberi daya tawar tentang dedikasi akhlak dan nilai sastra.

“Mengapa begitu? Coba saja baca dari tiga puisi itu. Ada nilai unik yang dipaparkan penulis puisinya,” ujar Fikar saat dimintai komentarnya, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga:  PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Menurut Fikar, kandungan isi puisi Amin Tras itu memiliki kaidah religi. Apalagi ia menjelaskan, “Virus corona jangan ditantang, tapi disikapi dengan kasih. Wah ini ide dan konotasi yang hebat,” ujar Fikar.

Sebab, katanya, menulis puisi itu memiliki kajian tentang isi secara eksterinsik (kaidah luar) dan intrinsik (kaidah dalam). Jika si penyair mampu memadukan nilai luar dan dalam, maka secara estetika puisi itu terbilang kuat.

Baca Juga:  PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Seperti yang diungkap BP Simatupang, kata Fikar, cipta sastra dapat diteliti secara analisis. Analisis itu bisa dikaji lewat sikap efonis yang berusaha menjelaskan lapisan bunyi dalam cipta sastra.

“Lewat analisis ini, didapati kenyataan bahwa lapis bunyi dapat dikembangkan di dalam puisi, seperti yang dilakukan penyelenggara (Amin Tras),” katanya.

Karena itu Fikar sangat mendukung usaha pengembangan sastra puisi secara nasional melalui program webinar. “Sukses untuk Amin Tras,” katanya. (*)

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA
Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro
PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN
Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !
BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !
Secara Psikis, “Difabel” Dididik dengan Seni Sastra !
KMP Gelar Literasi Sastra: Inklusi dan Pemerataan Edukasi
Harsinas Dekatkan Puisi ke Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:47 WIB

PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:11 WIB

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

Kamis, 16 April 2026 - 16:02 WIB

PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:17 WIB

Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !

Berita Terbaru