Bupati OI Kunjungi Korban Perahu Terbalik di Sungai Panesak

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2020 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ogan Ilir, HM Ilyas Panji Alam MMKunjungi Korban Perahu Terbalik di Sungai Panesak

Bupati Ogan Ilir, HM Ilyas Panji Alam MMKunjungi Korban Perahu Terbalik di Sungai Panesak

WIDEAZONE.COM. OGAN ILIR — Sebuah perahu ketek yang ditumpangi 13 orang termasuk juru kemudi, tiba-tiba terbalik di sungai penesak di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (26/5/20) sekitar pukul 12.30 WiB.

Akibat kecelakaan tunggal tersebut, empat diantaranya tewas dan 9 orang lainnya selamat.

Keempat korban yang tewas itu tercatat sebagai guru Yayasan Ponpes Nurul Yaqin yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Batu. Yaitu Wiwin A Gani (30), Azan Purba (31) beralamat di Desa Tanjung Atap Barat, Rafikoh (36) warga Desa Tanjung Atap dan Deti (25) warga Kelurahan Tanjung batu.

Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, sebelum terjadinya musibah kecelakaan itu, perahu ketek yang dikemudikan Zainal Abidin (65) warga Tanjung Atap Barat dicarter oleh sekelompok bujang gadis yang berstatus sebagai guru di Ponpes Nurul Yaqin.

Para penumpang ketek bertujuan menyeberang sungai di Desa Tanjung Atap untuk berziarah ke Makam Sayid Umar Bagindo Sari berjarak sekitar 2,5 KM dari desa Tanjung Atap, tepatnya di seberang desa.

Menurut Anton Sekdes Tanjung Atap Barat, semula perahu ketek ini dinaiki lima orang termasuk juru kemudi, ditengah perjalanan masuk lagi 8 orang. Belum lama berselang sekitar 300 meter perjalanan mesin motor ketek mati dan si juru kemudi bermaksud untuk menyalakan mesin motor ketek.

Baca Juga:  Membangun Rumah, Menumbuhkan Harapan: Aksi Sosial Pemasyarakatan di Palembang

Masih kata Anton, saat itulah perahu ketek oleng dan akhirnya terbalik, sementara rata rata penumpang tidak bisa berenang, sehingga seluruh penumpang ketek tercebur ke sungai.

“Diduga arus sungai cukup deras dan banyak kumpai (rumput) membuat para penumpang kesulitan berenang,” katanya.

“Akibat dari kejadian itu, empat penumpang tenggelam hingga tewas dan sembilan orang berhasil diselamatkan warga. Alhamdulillah ke 4 orang korban kecelakaa maut tersebut hari ini selesai dimakamkan,” terangnya.

Kepala Desa Tanjung Atap Firmansyah ketika dikonfirmasi membenarkan adanya musibah kecelakaan sungai yang mengakibatkan adanya perahu ketek terbalik.

“Para korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tanjung Batu untuk dilakukan visum sebelum dibawa ke rumah duka. Sementara para korban yang selamat masih dirawat di puskesmas karena masih trauma” ujar Kades.

Kades juga mengimbau kepada masyarakat, kalau mau berziarah harus mintak izin dulu dengan Kades atau perangkat desa.

“Kami akan mengecek dulu apakah perahu yang mau dipakai layak atau tidak, untuk keselamatan penumpang,” imbaunya.

Sementara pemantauan di lapangan, musibah kecelakaan yang sangat menghebohkan di lebaran ke 3 Idul Fitri 1441 H mengundang perhatian banyak pihak.

Baca Juga:  Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus Diringkus, Polisi: Tak Ada Ruang bagi Predator Anak

Termasuk Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam yang datang langsung ke rumah duka yang salah satunya bernama Azan purba dengan memberikan bantuan.

“Turut berduka cita atas terjadinya musibah ini . Semoga seluruh keluarga baik yang ditinggalkan maupun keluarganya yang masih dalam perawatan diberikan ketabahan hati oleh Allah SWT,” ucap HM Ilyas sembari mendoakan.

Di samping itu, Kasat Reskrim Polres OI AKP Malik Fajrin menjelaskan, pihaknya mendapat informasi adanya perahu terbalik pukul 12.30, dan segera luncur ke TKP.

“Kasat juga membenarkan ada perahu kecil ada mesinnya dinaiki 13 orang termasuk juru kemudinya, empat orang dinyatakan meninggal dan sembilan selamat, mereka ini bertujuan hendak ziarah,” jelasnya.

“Pihaknya melakukan olah TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” urainya.

Sementara itu, Yusron Rifai selaku Dewan Pembina Pondok Pesantren Nurul Yaqin saat dihubungi pihak media lewat ponselnya, mengakui bahwa empat korban yang meninggal tersebut dua orang tenaga pengajar (guru-red) dan dua orang TU.

“Sekolah masih dalam keadaan libur, ini bukan program dari sekolah, murni mereka mau ziarah atas kemauan sendiri,” paparnya.

Laporan Rosita Dewi

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Ahli Hukum Pidana: Implikasi Pidana atas Distorsi Informasi dan Klaim Legitimasi Pasca Putusan PK MA 32 PK/TUN/2026
Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:04 WIB

Ahli Hukum Pidana: Implikasi Pidana atas Distorsi Informasi dan Klaim Legitimasi Pasca Putusan PK MA 32 PK/TUN/2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:18 WIB

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:26 WIB

Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terbaru

Akademisi Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang, Dr Dadang Apriyanto SH MH

Headlines

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:18 WIB