Batubara Picu Pertumbuhan Ekonomi Sumsel 7,34 Persen

- Jurnalis

Kamis, 25 November 2021 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang Batubara PT Bukit Asam Tbk

Tambang Batubara PT Bukit Asam Tbk

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan ketiga 2021 berada di angka 3,93 persen, atau melambat dibandingkan triwulan sebelumnya 5,71 persen.

Kendati mengalami penurunan persentase, ekonomi Sumsel dianggap masih stabil bahkan tumbuh positif.

“Hal ini didorong faktor peningkatan produksi batu bara yang dijual ke Tiongkok, dan permintaan global hingga 7,34 persen,” ujar Kepala BI Sumsel, Hari Widodo, Rabu [24/11/2021].

Persentase pertumbuhan ekonomi yang lebih lamban ketimbang Triwulan II, dipengaruhi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PPKM] di Indonesia dan penyebaran varian Delta COVID-19.

Baca Juga:  Kinerja 8 Bulan! Kejari OKU Timur Tangani Ratusan Perkara, PNBP Tembus Rp1,22 Miliar

“Tapi kami optimis ekonomi kita membaik di 2022,” kata dia.

Pertumbuhan ekonomi Sumsel tahun depan diprediksi di angka positif 2,66-3,56 persen, dengan target inflasi terkendali yang dipengaruhi harga komoditas. Diikuti ketersediaan pasokan pangan yang cukup serta permintaan pasar memadai.

“Inflasi Sumsel sebelumnya di angka 1,24 persen, dan ke depan ditarget 1,84 persen,” timpalnya.

Secara regional, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada beberapa sektor berada di posisi kedua tertinggi di Pulau Sumatra. Sektor konsumsi rumah tangga dan aktivitas masyarakat yang mulai membaik, turut dibantu pertumbuhan ekspor yang positif.

Baca Juga:  Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

“Sinyal bahwa ekonomi kita sudah kembali normal dibuktikan dengan kemampuan perbaikan ekonomi makro di tengah pandemi, khusunya di regional Sumsel,” tambah dia.

Persentase ekonomi Sumsel masih dalam zona positif karena akselerasi digital, sehingga transaksi ekonomi tumbuh di angka 65 persen dengan sumbangsih transaksi e-commerce mencapai Rp1,95 triliun.

“QRIS yang kita awalnya hanya menarget 344.444 pengguna, saat ini sudah melebihi 345.944 pengguna,” tandasny. [Abr]

Berita Terkait

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA
Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel–Kejati Babel Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Regulasi IPR Jadi Sorotan
CACA Desak Kejati Sumsel Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Perjadin dan Bimtek Rp70 Miliar
Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong
RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi
Fauzi Amro Gebrak Literasi Keuangan di Sumsel, Ibu Rumah Tangga Dibentengi dari Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong
EMERGENCY! Pengamat Minta Gubernur Tetapkan Sumsel sebagai Provinsi Siaga ISPA

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Palembang Kebagian Rp10 Miliar untuk Karhutla, Pemkot Siapkan Anggaran Pemadaman hingga Penanganan ISPA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Nyaris Dua Tahun Jabat Dirut Pasar, Pengangkatan Dedi Siswoyo Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Pertamina Patra Niaga Sumbagsel–Kejati Babel Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Regulasi IPR Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Kebutuhan 7.000 Kantong Darah Perbulan, PMI Palembang Masih Kekurangan 2.000 Kantong

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:47 WIB

RAPBD Perubahan OKU Timur 2026 Dikabarkan Ditolak Kemendagri, Enos: Belum Ada Surat Resmi

Berita Terbaru