Anak Dijual, Diduga Faktor Ekonomi

- Jurnalis

Senin, 1 November 2021 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Tarech Rasyid MSi

Dr Tarech Rasyid MSi

PERDAGANGAN anak oleh orangtuanya sendiri kepada pasangan suami-istri MI dan MA, dikutuk pengamat sosial politik dan kemasyarakatan, Dr Tarech Rasyid MSi.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Tak masuk akal apabila seorang ibu kandung tega menjual bayinya gara-gara himpitan ekonomi.

Menurut Tarech, apabila ada orangtua yang tega menjualbelikan bayinya dan berdalih karena himpitan ekonomi,  ini merupakan sikap yang jauh dari moralitas seorang ibu.

“Meski faktor ekonomi merupakan landasan utama di dalam rumah tangga kita, namun keberadaan seorang anak merupakan landasan dasar bagi kebahagiaan kita,” ujar Tarech, saat dikonfirmasi media ini, Senin [1/11/2021].

Menurut rektor Universitas IBA Palembang tersebut, secara psikologis, anak merupakan penguat jiwa dalam kehidupan ini. 

Sebab, katanya, limpahan harta benda dalam satu rumah tangga tak akan ada artinya jika tak dianugerahi seorang anak pun.

Maka itu, kata Tarech, ibu yang tega menjual anaknya seharga Rp7 juta, sangat merendahkan nilai kemanusiaan seseorang.

“Saya akan mendukung polisi untuk menjatuhkan hukuman berat terhadap orangtua seperti itu,” tegasnya.

Tarech mengatakan, tak sedikit orang yang menikah tujuannya  untuk mendapatkan anak. Bahkan hingga puluhan tahun mereka menantikan anak, meski mereka kaya raya, keadaannya kurang bahagia.

Baca Juga:  Polsek IB 1 Palembang Resmi Dilaporkan ke Propam Mabes Polri Soal Perkara ini...

Sementara itu, dosen Universitas Islam Negeri [UIN] Raden Fatah Palembang Dr Ahmad Syarifuddin, mengatakan bahwa sikap orangtua seperti itu telah melecehkan dirinya sendiri.

Menurut Syarifuddin,  Islam sangat menghargai kedudukan anak. “Ada enam kedudukan anak menurut kaidah Islam,” katanya. Apa itu?

Ada enam kedudukan anak di dalam Islam, katanya. Anak dianugerahkan Allah SWT ke pundak orangtuanya memiliki nilai paling tinggi dalam etika kemanusiaan.

“Pentingnya kedudukan anak menurut Islam agar si orangtua tidak menyia-nyiakan posisi anaknya,” kata Syarifuddin.

Karena Allah sangat apresiatif menganugerahkan anak ke pada orangtunya. Menurut Syarifuddin, amanah pertama adalah, anak dianugerahkan ke orangtuanya untuk dibina agar bisa tumbuh menjadi anak yang berbakti dan menjadi hamba Allah sesuai yang diharapkan.

“Ini satu di antara enam kedudukan anak yang dianugerahkan,” ujar Syarifuddin.

Sementara sebelumnya,  Kepolisian Resor Kota Besar [Polrestabes] Palembang berhasil mengungkap kasus penjualan anak yang diduga dilakukan orangtuanya sendiri, berinisial ANT.

Konferensi Pers terkait penjualan anak di Mapolrestabes Palembang
Konferensi Pers terkait penjualan anak di Mapolrestabes Palembang

Menurut Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH,  anggota Satreskrim Polrestabes Palembang mengungkap kasus itu, yang dilakukan ibunya sendiri.

Baca Juga:  Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah

“ANT adalah orangtua bayi itu. Ia menjual bayinya ke pasutri Maliki dan Mardiana yang belum mempunyai anak. Bayi itu baru berusia satu bulan,” ujar Kapolda didampingi Kapolrestabes Palembang,  Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, Jumat [29/10/2021].
Dalam pemeriksaan terhadap ANT terkuak bahwa bayi berusia sebulan itu dijual seharga Rp7 juta.

Sedangkan tim Beguyur Bae Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang, berhasil menjemput Maliki dan Mardiana sebagai pembeli bayi berinisial S.

Pasangan suami-istri tersebut dijemput polisi di Ranau, Kabupaten OKU Selatan, pada Kamis (18/10/2021), sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam kaitan itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, mengatakan perdagangan anak itu motifnya berlatar belakang faktor ekonomi.

“Dugaan sementara itu kita peroleh setelah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pasangan suami-istri itu, ANT dan Bob,” ujar Irvan menutup perbincangan. (*)

Laporan Abror Vandozer | Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Pancasila di Persimpangan Jalan
Bus Palala Jurusan Padang Terbakar di Jalintim, 38 Penumpang Nyaris Terpanggang
Pengumuman Kelulusan SMP Lewat Virtual, ini Imbauan Disdik Palembang
PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:52 WIB

Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:08 WIB

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:18 WIB

Bus Palala Jurusan Padang Terbakar di Jalintim, 38 Penumpang Nyaris Terpanggang

Berita Terbaru

Penandatangan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN yang diwakili Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat, Martindar Jalu Respati (kedua dari kanan) mewakili General Manager PLN UID Jabar dengan BDx Indonesia yang diwakili CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya (ketiga dari kiri) disaksikan oleh Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (ketiga dari kanan) didampingi EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati (kedua dari kiri), EVP Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PLN, Joni [kanan], dan EVP Manajemen Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Widyo Anggoro Putro [kiri] di Kantor PLN Pusat, Selasa [19/5]

Ekobis

PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Selasa, 2 Jun 2026 - 14:28 WIB