Bahasa Indonesia tak Lahirkan Puisi dan Cerita Pendek

- Jurnalis

Jumat, 19 Juli 2019 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Workshop Kesenian - Wideazone

Workshop Kesenian - Wideazone

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Bahasa Indonesia tidak menciptakan puisi, cerita pendek, novel atau sejenisnya. Sebab puisi itu produk Italia, cerita pendek dari Amerika Serikat dan novel dari Jerman.

Dalam penuturannya saat menjadi narasumber dalam perlatihan workshop kesenian yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel di Taman Budaya Sriwijaya, sastrawan Anwar Putra Bayu, mengatakan jika ada nilai estetika itulah nilai apresiasi yang tinggi.

“Hanya bahasa Melayu yang membangun struktur pantun sebagai kearifan lokal yang perlu kita jaga sebaiknya,” ujar Anwar Putra Bayu, Jumat (19/7/2019).

Dalam bahasa Melayu, kata Bayu, terdapat syair (Abdul Mukuk) yang diapresiasi melalui sastra panggung Dulmuluk, tiap kalimat dalam syair diucapkan ke dalam aksi peran. “Padahal itu awalnya syair. Kemudian diperagakan sebagai tontonan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga:  Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

Karena itu Bayu mengimbau peserta yang terdiri dari guru dan murid sekolah SMP dan SMA untuk menjaga dan mengembangkan apresiasi syair dan pantun yang sudah lebih dahulu dikenal masyarakat Indonesia.

Bayu juga mengajak peserta untuk berpantun di panggung. Namun hanya ada berapa orang saja yang bersedia ke stage Taman Budaya Sriwijaya.

 Drs Anwar Putra Bayu
Drs Anwar Putra Bayu

Terkait pelatihan seni sastra tutur tersebut, guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Palembang, Hj Maryati Amira MPd, menyatakan bangga adanya pelatihan seperti ini.

“Apa yang kami peroleh dalam pelatihan ini, Insya Allah akan saya kembangkan di sekolah kami,” kata Maryati ke pada Wideazone.com, Jumat (19/7/2019).

Selama ini, katanya, di sekolah lebih banyak mempelajari puisi dan fiksi, terutama novel dan cerita pendek. Karena itu Maryati berjanji untuk mengapresiasikan semua yang didapat ke pada siswa SMPN 30 Palembang.

Baca Juga:  PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Sementara itu ketika ikhwal pelatihan itu dikonfirmasi ke Kepala Taman Budaya Sriwijaya, Tontowi Dai Permana, mengatakan pelatihan dialokasikan bagi dumia pendidikan di Sumatera Selatan, terutama Kota Palembang.

“Workshop Kesenian yang kita gelar ini kita tujukan bagi dunia pendidikan. Karena itu sejumlah siswa dan guru begitu antusias mengikuti sejak awal dilaksanakan,” ujar Tontowi yang dikesastraan dikenal sebagai penyair Toton Dai Permana.

Gelaran workshop kesenian diharapkan dapat melahirkan sejumlah sastrasan muda dari dunia pendidikan di Sumsel.

Toton berharap, dengan adanya workshop yang digelar selama sepuluh hari hari dari 15-25 Juli 2019 itu dapat melahirkan sastrawan-sastrawan yang mampu berbicara di tingkat nasional dan regional. (anto narasoma)

Berita Terkait

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro
Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju Calon Gubernur Sumsel
PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN
Edo: Bulan Mei, Diusulkan sebagai “Bulan Indonesia Mengambar”
Lahat Membangun dari Alam: Strategi Bursah Zarnubi Dongkrak Ekonomi Lewat Wisata dan Perikanan
Sandang “Tiga Melati” dan Penugasan Strategis Kombes Pol Erwin
Baca Puisi, Halimah Munawir Getarkan TIM !
BENCANA DATANG, BRAK, HARTA DAN NYAWA PUN TERTIMBUN LUMPUR !

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:11 WIB

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

Sabtu, 18 April 2026 - 05:43 WIB

Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju Calon Gubernur Sumsel

Kamis, 16 April 2026 - 16:02 WIB

PUASA, KEDENGKIAN, DAN KESOMBONGAN

Minggu, 5 April 2026 - 16:30 WIB

Edo: Bulan Mei, Diusulkan sebagai “Bulan Indonesia Mengambar”

Kamis, 2 April 2026 - 22:36 WIB

Lahat Membangun dari Alam: Strategi Bursah Zarnubi Dongkrak Ekonomi Lewat Wisata dan Perikanan

Berita Terbaru